Calon Presiden 2014
Wiranto: Pasangan WIN-HT Otomatis Tak Bisa Diwacanakan Lagi
Wiranto mengungkapkan otomatis pasangan Calon Presiden (Capres) dan Cawapres Wiranto dan Hary Tanoesoedibjo (Win-HT), tidak ada lagi.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Umum Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura), Wiranto mengungkapkan otomatis pasangan Calon Presiden (Capres) dan Cawapres Wiranto dan Hary Tanoesoedibjo (Win-HT), tidak ada lagi.
Karena peluang untuk bisa maju, tegas Wiranto, tidak cukup membuat pasangan WIN-HT berlaga dalam Pemilu Presiden (Pilpres) 9 Juli mendatang.
Tidak adanya peluang itu karena perolehan partai yang diketuai oleh Wiranto itu cukup rendah. Yaitu hanya sebanyak 6.579.498 suara atau 5,26 persen.
"Kalau memang tidak ada peluang untuk pasangan itu eksis, otomatis tidak akan kita wacanakan lagi untuk pilpres, Pilwapres mendatang, itu kan otomatis," ungkap Wiranto, usai bertemu Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri, di Teuku Umar, Jakarta, Sabtu (17/5/2014).
Lebih jauh dia jelaskan, dirinya telah melakukan pertemuan politik sebanyak 25 kali dengan berbagai Partai Politik.
Pertemuan kedua-puluh lima berakhir dengan terjalinnya koalisi antara Hanura dengan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Setelah terlebih dahuli Wiranto dan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri bertemu di Teuku Umar, Jakarta, Sabtu (17/5/2014).
Hanura pun menyatakan kesiapannya untuk mendukung dan memenangkan Calon Presiden (Capres) PDIP, Joko Widodo (Jokowi) dalam Pemilu Presiden (Pilpres) 9 Juli mendatang.
Karena itu Wiranto jelaskan, dirinya telah melakukan sebanyak 25 kali pertemuan dengan tokoh-tokoh berbagai Parpol dilakukannya untuk mendapatkan masukan-masukan yang akurat bagaimana platform dan perjuangan dari Parpol-parpol tersebut. Pun bagaimana arah yang akan dituju parpol kedepannya untuk membangun Indonesia.
"Tapi hari ini saya sampaikan bahwa ada satu alasan kenapa saya bertemu dengan ibu Mega. Yakni bahwa Partai Hanura dengan PDIP, sudah menjalin kerjasama selama lima tahun pemerintahan pak SBY yang kedua. Hanura dan PDIP telah bersama-sama pada posisi Partai penyeimbang, partai di luar Setgab yang mendukung Pemerintah," jelas Wiranto, usai bertemu Mega.
Kata Wiranto, selama itu Hanura dan PDIP bersama-sama bahu-membahu melakukan satu langkah-langkah perjuangan membela kepentingan rakyat.
Lebih lanjut dia jelaskan, dari kerjasama selama lima tahun itu membuahkan satu kebersamaan, keyakinan dan pemahaman bahwa Hanura dan PDIP punya platform dan nafas perjuangan yang sama. Yaitu, ingin mengawal negeri ini menjadi negeri yang lebih maju, lebih bermartabat dan lebih membahagiakan masyarakat.
"Setelah kami berbincang-bincang dengan Mbak Puan Maharani, Yang terakhir katakanlah klimaksnya bertemu dengan Ketua Umumnya langsung, Ibu Megawati, maka saya selaku pemegang mandat dari Partai Hanura mengambil ketetapan bahwa tidak mungkin kebersamaan yang selama ini sudah dibangun lima tahun, kesamaan visi, misi dan pandangan politik dengan gampang kita lepaskan, kita bubarkan dan kita lupakan," tuturnya.
Maka, dia tegaskan, keputusan Partai Hanura tetap melanjutkan kerjasama politik yang selama ini terjalin dengan PDIP dalam koalisi.
"Kerjasama itu kita bangun dan perkuat untuk menghadapi tugas-tugas politik kedepan. Yakni dalam rangka Pilpres, dan dalam rangka Insya Allah membangun pemerintahan kedepan yang tentu lebih amanat, lebih baik dan bisa membahagiakan masyarakat," ucapnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/20140414_185337_duet-win-ht-wiranto-hary-tanoe.jpg)