Calon Presiden 2014

Kubu Jokowi-JK Curigai Gelagat TNI Jelang 9 Juli 2014

Tim Pemenangan Joko Widodo-Jusuf Kalla mencurigai gerakan TNI menjelang pemilihan Presiden dan Wakil Presiden 2014.

Kubu Jokowi-JK Curigai Gelagat TNI Jelang 9 Juli 2014
Warta Kota/Budi Malau
Prajurit Kostrad apel gelar pasukan pengamanan Pilpres 2014 di Lapangan Markas Divisi I Kostrad, Cilodong, Depok, Minggu (6/7/2014). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ferdinand Waskita

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Tim Pemenangan Joko Widodo-Jusuf Kalla mencurigai gerakan TNI menjelang pemilihan Presiden dan Wakil Presiden 2014. Hal itu dikatakan Juru Bicara Jokowi-JK Abdul Kadir Karding di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (8/7/2014).

"Akhir-akhir ini ada sesuatu tak proporsional soal keamanan yang gerak adalah temen-teman TNI. Kalau di atas lima persen selisih pilpres akan aman. Itu memberi pesan pada rakyat ada gejala tidak aman," kata Karding.

Karding mengaku mengutip ucapan KSAD Jenderal Budiman. "Ada urusan apa KSAD bilang begitu. Kemarin bilang saat teleconference dengan KPU," imbuhnya. Ia menegaskan TNI harusnya dalam posisi mendukung keamanan yang dilakukan kepolisian.

"Tapi yang menonjol TNI. Harusnya tak seperti itu, kasih kesempatan Polri. Seakan-akan mau diciptakan suasana mencekam dan melegitimasi kalau ada apa-apa saya sudah ngomong loh. Pada 2009 TNI buat spanduk Damai itu Indah, kenapa enggak seperti itu," ujarnya.

Penulis: Ferdinand Waskita
Editor: Y Gustaman
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved