UTBK Selesai, Tapi Pikiran Belum Tenang?
UTBK-SNBT 2026 memang telah usai, tetapi bagi banyak siswa perjuangan belum benar-benar selesai. Lalu, bagaimana cara mengelola stres?
TRIBUNNEWS.COM - Pelaksanaan Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) 2026 telah berlangsung pada 21 hingga 30 April 2026.
Bagi ribuan siswa kelas 12 maupun gap year yang telah melewati rangkaian ujian tersebut, momen berakhirnya UTBK seharusnya menjadi waktu untuk bernapas lega setelah berbulan-bulan berkutat dengan latihan soal, jadwal belajar padat, hingga tekanan untuk bisa lolos ke perguruan tinggi impian.
Namun pada kenyataannya, rasa lega itu sering kali hanya bertahan sebentar.
Setelah ruang ujian ditinggalkan, banyak siswa justru mulai dipenuhi berbagai pikiran yang sulit dihentikan.
Ada yang terus mengingat soal-soal yang dirasa salah dijawab, membandingkan jawaban dengan teman, hingga menghitung peluang lolos berdasarkan perkiraan nilai yang belum tentu akurat.
Tidak sedikit pula yang mulai dihantui ketakutan gagal masuk kampus impian.
Situasi ini menjadi semakin berat karena pengumuman hasil SNBT baru akan disampaikan pada 25 Mei 2026.
Artinya, siswa harus melewati masa tunggu hampir satu bulan dengan ketidakpastian yang kerap memicu kecemasan.
Padahal, masa tunggu ini seharusnya tetap bisa dimanfaatkan dengan lebih sehat dan produktif agar kecemasan tidak semakin membesar.
Lalu, bagaimana cara siswa menghadapi rasa cemas setelah UTBK sambil tetap mempersiapkan langkah berikutnya?
Kenapa Masa Menunggu Pengumuman Bisa Terasa Sangat Melelahkan?
Banyak orang mengira tekanan siswa akan langsung berakhir setelah UTBK selesai.
Padahal, bagi sebagian peserta, tantangan emosional justru berlanjut saat masa ujian telah usai dan mereka mulai menunggu hasil seleksi.
Tekanan yang dirasakan selama musim ujian dapat membuat tubuh berada dalam kondisi fight or flight mode, yaitu respons alami tubuh saat menghadapi ancaman fisik maupun mental.
Dalam kondisi ini, tubuh melepaskan hormon stres seperti kortisol dan adrenalin yang meningkatkan detak jantung serta tekanan darah agar seseorang lebih fokus menghadapi tantangan, termasuk saat belajar dan mengerjakan ujian.
Dalam jangka pendek, respons tersebut memang dapat membantu siswa tetap waspada dan fokus selama masa persiapan hingga hari ujian berlangsung.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/UTBK-Cara-kelola-stres.jpg)