Breaking News:

Kemendikbud: Lulusan SMA yang Diserap Perguruan Tinggi Baru 38 Persen

Nizam mengatakan pemerintah terus berupaya agar para lulusan SMA mampu naik ke jenjang perguruan tinggi.

TRIBUN BALI/RIZAL_FANANY
ilustrasi.Sejumlah siswa menaiki mobil jeep terbuka saat konvoi merayakan kelulusan SMA di GOR Ngurah Rai,Denpasar. Jumat (15/5/2015). Selain berkonvoi mereka juga melakukan aksi corat-coret seragam yang sudah menjadi tradisi kelulusan. (TRIBUN_BALI/RIZAL_FANANY) 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kemendikbud Nizam mengungkapkan saat ini terdapat ribuan perguruan tinggi di Indonesia.

Lulusan SMA dan SMK tiap tahunnya berkisar antara dua hingga tiga juta.

Namun jumlah lulusan SMA yang masuk perguruan tinggi masih di bawah 50 persen.

"Saat ini Indonesia memiliki 4.700 perguruan tinggi dengan lulusan SMA dan SMK rata-rata sekitar 2-3 juta setiap tahunnya, namun yang diserap oleh perguruan tinggi baru sekitar 38 persen dari rata-rata tadi," ujar Nizam melalui keterangan tertulis, Rabu (11/11/2020).

Nizam mengatakan pemerintah terus berupaya agar para lulusan SMA mampu naik ke jenjang perguruan tinggi.

Saat ini, pemerintah telah meluncurkan program beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah. Program ini bertujuan agar para pelajar mendapatkan keringanan untuk kuliah.

Baca juga: Kemendagri: Penempatan Lulusan IPDN Tahun Ini Sesuai Daerah Asal Pendaftaran

"Ini yang memang harus diakselerasi dengan pemberian beasiswa KIP Kuliah untuk memberi akses belajar ke perguruan tinggi,” ucap Nizam.

Nizam menjelaskan bahwa akses pendidikan mulai dikembangkan secara masif setelah adanya Undang-Undang Pendidikan Nasional dimana akses untuk pendidikan dasar dan menengah sudah universal.

Saat ini Indonesia diprediksi bisa menjadi negara maju berperingkat kelima  di tahun 2030 jika memiliki Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul dan tentunya ditunjang melalui pendidikan yang mumpuni.

Meski begitu, akses masyarakat Indonesia terhadap tingkat pendidikan hingga SMA baru sebesar 40 persen.

Penulis: Fahdi Fahlevi
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved