Breaking News:

Kunci Jawaban Tema 7 Kelas 5 SD Halaman 70 71 72 73 74 75 76 Subtema 1: Cara Mencintai Tanah Air

Inilah jawaban soal tentang cara mencintai tanah air di Buku Tematik Kelas V SD/MI Tema 7 Subtema 1 Pembelajaran 6 halaman 73.

Warta Kota/Alex Suban
Christabel, siswa SDK Penabur, Duren Sawit, mengerjakan tugas sekolah di rumahnya di kawasan Jatinegara, Jakarta Timur, Jumat (27/3/2020). Kunci Jawaban Tema 7 Kelas 5 SD Halaman 70 71 72 73 74 75 76 Subtema 1: Cara Mencintai Tanah Air. 

TRIBUNNEWS.COM - Inilah jawaban soal tentang cara mencintai tanah air di Buku Tematik Terpadu Kurikulum 2013 edisi revisi 2018 Kelas V SD/MI Tema 7 Subtema 1 Pembelajaran 6.

Soal terkait bagaimana cara meencintai tanah air ini terdapat di Buku Tematik Tema 7 Kelas 5 halaman 73.

Buku Tematik Tema 7 berjudul Peristiwa dalam Kehidupan.

Sementara Subtema 1 mempelajari tema berkaitan Peristiwa Kebangsaan Masa Penjajahan.

Dalam artikel, terdapat kunci jawaban halaman 70, 71, 72, 73, 74, 75, dan 76 untuk Pembelajaran 6.

Pembahasan Buku Tematik Tema 7 Kelas 5 ini hanya sebagai panduan bagi orang tua dalam membimbing anak belajar.

Baca juga: Kunci Jawaban Buku Tematik Tema 6 Kelas 3 SD Halaman 171 172 173 174 Subtema 4 Pembelajaran 3

Baca juga: Kunci Jawaban Tema 6 Kelas 2 SD Halaman 157 158 159 161 162 Buku Tematik Subtema 4 Pembelajaran 1

Berikut kunci jawaban Buku Tematik Tema 7 Kelas 5 Subtema 1 Pembelajaran 6 halaman 70, 71, 72, 73, 74, 75, dan 76:

Kunci jawaban halaman 70

Bacalah dengan seksama bacaan tentang Kongres Perempuan berikut ini!

Kongres Perempuan Indonesia

Kongres Perempuan Indonesia berlangsung tiga kali. Pada tanggal 22 Agustus 1928 di Yogyakarta, diselenggarakan Kongres Perempuan Indonesia I. Kongres ini diikuti berbagai wakil organisasi wanita di antaranya Ny. Sukamto, Ny. Ki Hajar Dewantara, dan Nona Suyatin.

Kongres berhasil membentuk Perserikatan Perempuan Indonesia (PPI). Kongres itu juga berhasil merumuskan tujuan mempersatukan cita-cita dan usaha memajukan wanita Indonesia serta mengadakan gabungan atau perikatan di antara perkumpulan wanita. Pada tangal 28–31 Desember 1929, PPI mengadakan kongres di Jakarta dan mengubah nama PPI menjadi PPII (Perserikatan Perhimpunan Isteri Indonesia).

Tanggal 20–24 Juli 1935, diadakan Kongres Perempuan Indonesia II di Jakarta dipimpin oleh Ny. Sri Mangunsarkoro. Kongres tersebut membahas masalah perburuhan perempuan, pemberantasan buta huruf, dan perkawinan.

Kongres Perempuan III berlangsung di Bandung tanggal 23–28 Juli 1938 dipimpin oleh Ny. Emma Puradireja, membicarakan hak pilih dan dipilih bagi wanita di badan perwakilan. Dalam kongres tersebut, disetujui RUU tentang perkawinan modern yang disusun oleh Ny. Maria Ulfah dan disepakati tanggal lahir PPI 22 Desember sebagai Hari Ibu.

Halaman
1234
Sumber: TribunSolo.com
  • KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved