Breaking News:

Penanganan Covid

Organisasi Guru Dukung Vaksinasi untuk Pendidik dan Tenaga Kependidikan

Sejumlah guru yang tergabung dalam berbagai asosiasi menyampaikan dukungannya pada program vaksinasi untuk pendidik.

Tribunnews.com/Rizki Sandi Saputra
Pekerja Media sedang menunggu proses penyuntikkan vaksinasi Covid-19, di Hall A Basket Gelora Bung Karno (GBK) Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (25/2/2021) 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Presiden Joko Widodo hari ini meninjau pelaksanaan vaksinasi yang pertama kali dilakukan kepada 650 pendidik dan tenaga kependidikan termasuk di dalamnya asosiasi profesi guru.

Kebijakan tersebut diambil sebagai langkah mengurangi kehilangan kemampuan dan pengalaman belajar pada siswa atau learning lost akibat pandemi Covid-19, terutama bagi yang paling kesulitan menjalankan pembelajaran jarak jauh dan untuk mengakselerasi penyelenggaraan pembelajaran tatap muka.

“Targetnya pada bulan Juni nanti lima juta pendidik dan tenaga kependidikan insya Allah sudah bisa kita selesaikan semuanya, sehingga di bulan Juli saat mulai ajaran baru semuanya bisa berjalan normal kembali. Saya kira targetnya itu,” kata Presiden.

Sejumlah guru yang tergabung dalam berbagai asosiasi menyampaikan dukungannya.

Diantaranya dari Ketua Umum Pengurus Besar (PB) Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), Unifah Rosyidi yang menyambut baik peluncuran pertama vaksinasi bagi PTK.

“Hal ini adalah wujud komitmen pemerintah untuk memutus mata rantai Covid-19 serta menciptakan ekosistem pembelajaran yang lebih aman dan nyaman bagi peserta didik,” tutur Unifah.

Baca juga: Jangan Tunda Pemberian Dosis Kedua Vaksinasi Covid-19

Sekretaris Jenderal Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI), Heru Purnomo mengatakan, FSGI mengapresiasi kebijakan ini. "Vaksinasi adalah langkah konkret pemerintah dalam menyiapkan pembelajaran tatap muka supaya lebih siap,” kata Heru.

Baca juga: Presiden Berharap Vaksinasi pada Jurnalis Beri Perlindungan Saat di Lapangan

Danang Hidayatullah, Ketua Umum Ikatan Guru Indonesia (IGI) menekankan pentingnya peran para pemangku kepentingan seperti pemerintah pusat, pemerintah daerah, tenaga medis, PTK dan pihak terkait lainnya.

“Kepada guru-guru yang sudah divaksin testimoni dari mereka menjadi penting. Namun para pemangku kepentinganlah yang paling berperan untuk menyosialisasi ini agar masyarakat lebih memahami kebijakan vaksinasi,” ujar Danang.

Santi Librayanti Oktadriani. Perwakilan Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT) mengatakan, kepala sekolah dapat menurunkan kebijakan vaksinasi ini ke lini di bawahnya.

Santi menyakini, jika program vaksinasi sukses dilakukan pada sektor pendidikan maka semakin cepat pembelajaran tatap muka dapat dilakukan. ”Karena kita sudah merindukan tatap muka,” ungkap Santi yang mengaku lega setelah mendapat vaksin.

Hal senada dituturkan Sekretaris Forum Guru Independen Indonesia (FGII), DPC Jakarta Barat, Esther Layas Sinuraya. Ia setuju PTK menjadi salah satu sasaran yang diprioritaskan mendapat vaksin.

“Kita harus punya “tameng” supaya tidak menularkan Covid-19 ke murid-murid,” imbuh Esther sesaat setelah menerima sertifikat vaksinasi Covid-19.

Ia menyarankan, guna memaksimalkan kebijakan vaksinasi, baiknya orang-orang yang sudah divaksin, terutama dokter bisa membagi pengalamannya agar masyarakat lebih yakin terhadap vaksinasi.

Halaman
12
Penulis: Yulis
Editor: Choirul Arifin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved