Breaking News:

250.000 Ruang Kelas SD Negeri di Indonesia Rusak, Rawan Roboh dan Lembab-Berdebu

sebanyak 250.000 atau 1 dari 5 ruang kelas SD Negeri di Indonesia dalam kondisi rusak, rawan roboh, lembab, dan berdebu.

Editor: Choirul Arifin
IST
Kondisi ruang kelas siswa SDN 07 Ciapus, Kabupaten Bogor, kini memprihatinkan. Ruangan kusam dan plafom jebol di tengah kebutuhan mereka belajar. 

Rangkaian kegiatan berlangsung sejak 24 April 2021 untuk pameran virtual dan diskusi publik diselenggarakan secara virtual selama dua hari pada 1 dan 2 Mei 2021.

Pada pameran virtual, ditampilkan foto-foto kondisi sekolah di 6 wilayah kerja YAPPIKA-ActionAid, yaitu Kabupaten Kupang dan Sumba Barat di Nusa Tenggara Timur, Kabupaten Bima di Nusa Tenggara Barat, Kabupaten Pandeglang dan Serang di Banten, dan Kabupaten Bogor di Jawa Barat serta Kabupaten Sambas di Kalimantan Barat.

Pameran foto ini memotret kondisi sekolah sebelum pendampingan pelaksanaan program dan pasca ketika pendampingan program berjalan, serta keterlibatan aktif anggota komunitas sekolah.

Pameran virtual ini dapat diakses melalui situs bitly/https://ciptakansekolahaman.com WebExpo-CiptakanSekolahAman dan akan berlangsung hingga 30 Mei 2021.

Diskusi publik menghadirkan pejabat dari Direktorat Pendidikan Masyarakat dan Pendidikan Khsusus Kementerian Pendidikan, Komunitas Sekolah SDN Ciluar 02 Bogor, Direktur Sentra Advokasi Perempuan, Difabel dan Anak (SAPDA), Bupati Sambas, para Sahabat Sekolah Aman, serta para mitra kerja YAPPIKA-ActionAid dan anggota komunitas sekolah dari 6 kota di wilayah kerja YAPPIKA-ActionAid. 

Rangkaian kegiatan ini juga ditujukan untuk meningkatkan partisipasi masyarakat umum agar turut peduli dan secara nyata membantu mewujudkan pendidikan inklusif melalui berbagai kegiatan penggalangan dana.

Reza Rahadian, Duta Persahabatan YAPPIKA-ActionAid mengatakan, sejak 2016 dirinya terlibat cukup aktif mendukung kampanye Sekolah Aman, salah satu gerakan yang diprakarsai oleh YAPPIKA-ActionAid untuk mendukung terwujudnya sekolah inklusif bagi semua.

"Saya melihat langsung bahwa kerja kampanye dan advokasi untuk terus mengingatkan pemerintah, menyajikan fakta-fakta dari lapangan dan meningkatkan dukungan publik akan mendorong percepatan penanganan sekolah-sekolah rusak dan terwujudnya Sekolah Aman yang inklusif bagi anak-anak Indonesia,” ujar Reza Rahadian.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved