Breaking News:

Penanganan Covid

FSGI Minta Pemda Tidak Buka Sekolah Jika Positivity Rate Covid-19 di Atas 5 Persen

Sekjen FSGI Heru Purnomo mengatakan langkah ini untuk melindungi warga pendidikan dari penularan Covid-19.

Tribun Jabar/Gani Kurniawan
Ilustrasi: Siswa dan guru mengikuti Simulasi Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di SD Negeri Cimahi Mandiri 2, Kota Cimahi, Jawa Barat, Selasa (25/5/2021). Dinas Pendidikan Kota Cimahi menggelar simulasi pembelajaran tatap muka yang dilaksanakan di 27 PAUD/TK, 102 SD, dan 38 SMP sebagai persiapan pelaksanaan pembelajaran tatap muka pada 19 Juli 2021 mendatang. Tribun Jabar/Gani Kurniawan 

Laporan wartawan Tribunnews.com, Fahdi Fahlevi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) meminta agar pemerintah daerah tidak segera membuka sekolah jika angka positif corona di wilayahnya masih tinggi.

Sekjen FSGI Heru Purnomo mengatakan langkah ini untuk melindungi warga pendidikan dari penularan Covid-19.

"FSGI mendorong pemerintah daerah tidak membuka sekolah atau madrasah pada Juli 2021 jika kasus covid atau positivity rate covid-19 lebih dari 5 persen," ujar Heru dalam webinar yang digelar FSGI, Senin (7/6/2021).

Baca juga: CEK Bantuan Token Listrik PLN Bulan Juni 2021, Keterangan Baru Stimulus Covid-19

Selain itu, Heru meminta pemerintah daerah tidak membuka PTM di sekolah atau madrasah hanya dengan pertimbangan gurunya sudah di vaksin.

Menurutnya, kekebalan kelompok belum terbentuk di sekolah ketika guru di vaksin. Sementara peserta didik belum divaksin, mengingat vaksin anak belum ada.

"FSGI mendorong Pemerintah daerah melibatkan Epidemiolog dan IDAI di daerahnya untuk meminta pertimbangan saat hendak memutuskan membuka madrasah atau sekolah tatap muka pada Juli 2021 nanti," tutur Heru.

Baca juga: Di Tubuh Wanita Ini Virus Covid-19 Bermutasi 32 Kali Selama 216 Hari

FSGI, kata Heru, juga mendorong Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah bersama-sama mensosialisasikan kepada para pendidik untuk mau divaksinasi dan tidak mempercayai hoaks yang beredar bahwa vaksinasi covid-19 seolah membahayakan.

Selain itu, FSGI mendorong Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan Provinsi, kabupaten, ota melakukan nota kesepahaman terkait pendamping sekolah dalam PTM.

Baca juga: Tambahan Kasus COVID-19 Harian Mencapai Angka Terendah, India Longgarkan Lockdown di Kota-kota Besar

"Dimana sekolah mendapat arahan dalam penyusunan protocol kesehatan atau SOP AKB di satuan pendidikan dan sekolah dapat mengakses layanan fasilitas kesehatan terdekat ketika ada situasi darurat," ungkap Heru.

Heru mengungkapkan temuan kasus warga sekolah yang suhunya di atas 37,3 derajat atau ada warga sekolah yang pingsan saat PTM berlangsung.

Penulis: Fahdi Fahlevi
Editor: Hendra Gunawan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved