Breaking News:

Virus Corona

Pendidikan Masa Pandemi Harus Utamakan Kesehatan dan Psikologis Anak

Pemerintah melakukan sosialisasi aturan teknis PTM terbatas secara masif pada pemerintah daerah, yakni Dinas Pendidikan Provinsi maupun Kabupaten

Editor: Eko Sutriyanto
BPMI Setwapres
Wakil Presiden Ma’ruf Amin kembali melakukan peninjauan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) dan vaksinasi di Kabupaten Bogor. Didampingi rombongan terbatas, Wapres meninjau pelaksanaan PTM di SMP Negeri 1 Citeureup dan pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di SMK Kesehatan Annisa. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Direktur Sekolah Dasar Kementerian Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdikbud Ristek) Sri Wahyuningsih menyatakan,  secara nasional untuk seluruh jenjang, sekitar 39% dari 270 ribu satuan pendidikan yang telah memberikan data, telah melaksanakan PTM terbatas.

“Seluruh pihak berkolaborasi untuk memastikan implementasi peraturan pelaksanaan PTM terbatas di lapangan.

Berangkat dari izin orang tua, peserta didik juga masih dapat melakukan pembelajaran dari rumah, namun tetap menjadi kewajiban satuan pendidikan untuk menyediakan kualitas pendidikan yang optimal,” tutur Sri Wahyuningsih saat dialog virtual Forum Merdeka Barat 9, Kamis (9/9/2021),

Dikatakannya, pemerintah melakukan sosialisasi aturan teknis PTM terbatas secara masif bersama pemerintah daerah dalam hal ini Dinas Pendidikan Provinsi maupun Kabupaten/Kota. Satuan pendidikan juga didorong membentuk Satgas COVID-19 untuk memastikan penerapan protokol kesehatan di tiap sekolah.

Menurutnya, syarat wajib vaksin diberlakukan bagi guru dan tenaga pendidikan dalam PTM terbatas.

Baca juga: Profil SBY, Presiden ke-6 RI yang Ulang Tahun Hari Ini: Pendidikan, Perjalanan Karier, Penghargaan

Peserta didik juga diharapkan segera mendapatkan vaksin. Pemerintah mengharapkan semua tenaga pendidikan, tenaga kesehatan, tokoh masyarakat serta tokoh agama setempat dapat bekerja sama dalam mengajak orang tua agar berpartisipasi dalam percepatan vaksinasi anak 12-17 tahun.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Wahid Wahyudi mengatakan, sejak Agustus 2021, Jawa Timur telah melakukan uji coba PTM terbatas secara bertahap di wilayah yang dianggap aman.

Hingga saat ini, tercatat lebih dari 96,83% SMA, SMK dan SLB di Jawa Timur telah membuka PTM terbatas.

PTM terbatas tersebut berlangsung 2 jam per hari dan setiap siswa melaksanakan sebanyak 2 kali dalam seminggu.

“Berdasarkan hasil evaluasi kami, kebijakan pemerintah terlaksana dengan baik dalam PTM terbatas.

Halaman
12
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved