Materi Sekolah
10 Upaya Pencegahan Diri dari Bahaya Narkoba
Berikut upaya pencegahan diri dari bahaya narkoba, dimulai dari mengenal dan menilai diri sendiri.
Penulis:
Katarina Retri Yudita
Editor:
Arif Tio Buqi Abdulah
Orang yang memiliki harga diri yang rendah akan cenderung merendahkan dirinya sendiri, percaya bahwa ia tidak dapat menjadi lebih baik, menghindari hubungan dengan orang lain, gelisah, dan suka menyendiri yang mengakibatkan ia mudah untuk dipengaruhi orang lain, termasuk dipengaruhi untuk mengonsumsi narkoba.
Oleh karena itu, penting bagi seseorang untuk memiliki harga diri yang kuat.
Orang yang memiliki harga diri yang tinggi, yang bangga dengan hasil karya sendiri maupun hasil kolaborasi dengan teman, mampu bertindak mandiri, mampu menjalankan tanggung jawab dengan baik, berani menghadapi tantangan dengan penuh semangat, dan mau membantu orang lain.
3. Meningkatkan rasa percaya diri
Percaya diri adalah gambaran keyakinan, keberanian, cara pandang, pemikiran, dan perasaan tentang dirinya sendiri dalam menghadapi suatu permasalahan.
Apabila seseorang memiliki rasa percaya diri yang baik, ia akan memiliki dorongan, kekuatan, dan keberanian untuk melakukan hal-hal yang positif, seperti siap dalam melaksanakan tugas yang diberikan.
Contoh lainnya yaitu berani berbicara secara rasional untuk mencegah orang lain memanfaatkan dirinya, misalnya dengan berkata “Mohon maaf, saya ada janji” atau berani menolak tawaran zat atau obat yang tidak diketahui yang mungkin menjerumuskannya pada narkoba.
Dengan memiliki sikap percaya diri yang tinggi, seseorang akan siap menghadapi tantangan untuk meraih cita-citanya.
4. Terampil mengatasi masalah dan mengambil keputusan
Kamu perlu belajar mengelola perasaan, seperti rasa takut, marah, khawatir, benci, malu, putus asa, dan sebagainya sehingga tidak lari dari masalah.
Dengan mampu mengelola perasaan, seseorang akan tetap maju dan menyelesaikan masalah yang dihadapi.
Dalam menyelesaikan masalah, seseorang juga harus terampil dalam mengambil keputusan.
Dalam mengambil keputusan, seseorang harus menggunakan pemikiran yang logis mengenai sumber masalah dan alternatif pemecahan masalah yang paling tepat dan bijaksana.
Selain itu juga dapat meminta pendapat orang lain, misalnya orangtua jika perlu.
Apabila keputusan yang diambil kurang tepat atau bahkan gagal, maka jadikan sebagai pelajaran untuk melakukan yang lebih baik lagi.