Minggu, 3 Mei 2026

Materi Sekolah

Mengenal Sistem Pencernaan Karbohidrat, Protein, dan Lemak dalam Tubuh Beserta Prosesnya

Berikut sistem pencernaan karbohidrat, protein, dan lemak dalam tubuh beserta prosesnya.

Tayang:
Penulis: Katarina Retri Yudita
boldsky.com
Ilustrasi Makanan Berprotein Tinggi - Berikut sistem pencernaan karbohidrat, protein, dan lemak dalam tubuh beserta prosesnya. 

- Hormon adrenalin, dihasilkan oleh korteks adrenal berfungsi menaikkan kadar glukosa dalam darah.

Proses Pencernaan Karbohidrat yang Terjadi dalam Tubuh
Proses Pencernaan Karbohidrat yang Terjadi dalam Tubuh (Tangkapan layar repositori.kemdikbud.go.id)

2. Pencernaan protein dalam tubuh

Di dalam tubuh, protein diubah menjadi asam amino oleh beberapa reaksi hidrolisis serta enzim-enzim yang bersangkutan.

Enzim-enzim yang bekerja pada proses hidrolisis protein, antara lain pepsin, tripsin, kemotripsin, karboksi peptidase, dan amino peptidase.

Protein yang telah dipecah menjadi asam amino, kemudian diabsorpsi melalui dinding usus halus dan sampai ke pembuluh darah.

Setelah diabsorpsi dan masuk ke dalam pembuluh darah, asam amino tersebut sebagian besar langsung digunakan oleh jaringan.

Sebagian lain, mengalami proses pelepasan gugus amin (gugus yang mengandung N) di hati.

Proses pelepasan gugus amin ini dikenal dengan deaminasi protein.

Proses Pencernaan Protein yang Terjadi dalam Tubuh
Proses Pencernaan Protein yang Terjadi dalam Tubuh (Tangkapan layar repositori.kemdikbud.go.id)

Protein tidak dapat disimpan di dalam tubuh, sehingga kelebihan protein akan segera dibuang atau diubah menjadi zat lain.

Zat sisa hasil penguraian protein yang mengandung nitrogen akan dibuang bersama air seni dan zat sisa yang tidak mengandung nitrogen akan diubah menjadi karbohidrat dan lemak.

Oksidasi 1 gram protein dapat menghasilkan energi 4 kalori.

Kelebihan protein dalam tubuh dapat mengakibatkan pembengkakan hati dan ginjal karena beban kerja organorgan tersebut lebih berat dalam menguraikan protein dan mengeluarkannya melalui air seni.

Akibat kekurangan protein

Kekurangan protein pun tidak baik bagi tubuh.

Gangguan kekurangan protein biasanya terjadi bersamaan dengan kekurangan karbohidrat.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved