Sejarah Hari Kereta Api Indonesia dan Terbentuknya KAI, Dimulai dari Rute Solo-Yogyakarta

Berikut ini sejarah singkat perkeretaapian Indonesia hingga menjadi PT KAI seperti sekarang

WARTA KOTA/IST/HO
Direktur SDM dan Umum PT KAI, Agung Yunanto melepas keberangkatan perdana saat peluncuran KA Airlangga di Stasiun Pasar Senen, Jakarta, Jumat (1/10/2021). PT Kereta Api Indonesia (Persero) meluncurkan Kereta Api baru yaitu KA Airlangga relasi Pasar Senen - Surabaya Pasar Turi pp - Berikut ini sejarah singkat perkeretaapian Indonesia hingga menjadi PT KAI seperti sekarang 

TRIBUNNEWS.COM - Hari Kereta Api Indonesia diperingati tiap 28 September.

Jika ditarik mundur, perkeretaapian Indonesia bermula ketia dimulainya dibuka jalur kereta api Semarang-Vorstenlanden (Solo-Yogyakarta) di Desa Kemijen.

Pembuatan jalur pertama tersebut dibuka oleh Gubernur Jenderal Hindia Belanda Mr. L.A.J Baron Sloet van de Beele tanggal 17 Juni 1864.

Mengutip kai.id, pembangunannya sendiri dilaksanakan oleh Nederlansch Indische Spoorweg Maatschappij (NISM) yang merupakan perusahaan swasta.

Kala itu, pembangunan menggunakan lebar sepur 1435 mm.

Lalu, pemerintah Hinda Belanda juga membangun jalur kereta api negara melalui Staatssporwegen (SS) pada 8 April 1875 dengan rute pertama Surabaya-Pasuruan-Malang.

Baca juga: Kumpulan Link Twibbon Hari Kereta Api 2022, Beserta Cara Buat dan Cocok Dibagikan di Media Sosial

Kesuksesan NISM dan SS mendorong banyak investor swasta untuk membangun jalur kerta api lainnya.

Berikut nama-nama investor kereta api pertama di Indonesia (1864-1942):

- Nederlansch Indische Spoorweg Maatschappij (NISM)

- Staatssporwegen (SS)

- Semarang Joana Stoomtram Maatschappij (SJS)

- Semarang Cheribon Stoomtram Maatschappij (SCS)

- Serajoedal Stoomtram Maatschappij (SDS)

- Oost Java Stoomtram Maatschappij (OJS)

Halaman
1234
Sumber: TribunSolo.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved