Kurikulum Merdeka
Kunci Jawaban Pendidikan Agama Katolik Kelas 4 SD Halaman 121 Kurikulum Merdeka Bab 4: Seren Taun
Simak kunci jawaban Pendidikan Agama Katolik kelas 4 SD Kurikulum Merdeka halaman 121 pada bagian Ayo Kita Dalami.
Pada hari keenam dilaksanakan doa kidung spiritual, berupa persembahan doa dan lagu rohani dari berbagai keyakinan yang ada di Nusantara dan diakhiri dengan prosesi ritual ngawinkeun pare yang dilakukan oleh perwakilan masyarakat Kanekes.
Pada hari ketujuh sebagai puncak upacara adat ritual Seren Taun, dimulai dari pagi hingga sore hari, dengan rangkaian acara ngajayak pare (menyambut persembahan padi) berupa berkumpulnya iringan rombongan pembawa hasil bumi dari empat mata penjuru angin menuju ke pusat pelaksanaan upacara adat Seren Taun di depan halaman Paseban Tri Panca Tunggal.
Rombongan pembawa hasil bumi tersebut terdiri dari rombongan angklung Buncis, pasukan jagabaya, penari buyung, penari jamparing apsari, rombongan
kamonesan atau memeron, 11 pasang muda-mudi yang membawa hasil bumi, rombongan ibu-ibu yang menyunggi padi, dan rombongan bapa-bapa yang memikul padi dengan rengkong.
Rombongan tersebut selama menuju tempat upacara diiringi oleh pertunjukan gamelan gong renteng.
Setelah berkumpul di lokasi upacara, pertunjukan pertama dimulai dengan tari buyung yang dilanjutkan dengan tari jamparing apsari, pertunjukan angklung baduy, angklung buncis, pertunjukan tarian jagabaya gebang kinatar, yang diakhiri dengan pertunjukan memeron.
Setelah pertunjukan memeron, 11 pasang muda-mudi, ibu-ibu dan bapa-bapa menuju ke pusat lokasi paseban, sedangkan para tamu undangan memasuki ruang Jinem di dalam gedung paseban untuk menerima persembahan hasil bumi.
Pada kesempatan tersebut 11 muda mudi selanjutnya menyerahkan hasil bumi kepada perwakilan tamu undangan.
Pada saat penyerahan hasil bumi ini, diiringi dengan lagu Babarit Bumi mengunakan iringan gamelan Keprabon Monggang.
Setelah acara berbagai sambutan, dilanjutkan dengan pelaksanaan rajah pamunah oleh ketua adat AKUR yang juga diiringi dengan gamelan Keprabon Monggang.
Setelah rajah pamunah selesai, ketua adat AKUR memberikan sejumlah halu (alu) kepada perwakilan tamu undangan yang kemudian bergerak menuju kepanutuan yang berlokasi di halaman utara Paseban untuk melaksanakan prosesi menumbuk padi sebagai puncak acara adat Seren Taun.
Pelaksanaan prosesi menumbuk padi ini juga melibatkan seluruh tamu yang menghadiri upacara Seren Taun.
Apabila dilihat dari proses pelaksanaan upacara Seren Taun, sudah sangat jelas bahwa kegiatan ini memiliki nilai dan makna kebersamaan, gotong royong, dan juga penanaman rasa kebangsaaan.
Hal ini dapat dilihat dari berbagai tenaga seluruh masyarakat dari mulai persiapan hingga pelaksanaan Seren Taun, demikian pula hasil bumi yang dikumpulkan berasal dari semua pelaku upacara Seren Taun.
Ayo Kita Dalami
Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini!
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/kunci-jawaban-pendidikan-agama-katolik-kelas-4-sd-kurikulum-merdeka-halaman-121-bab-4.jpg)