Senin, 25 Mei 2026

Materi Sekolah

Tanda Hubung dan Tanda Pisah, Apa Bedanya?

Tanda hubung dan tanda pisah terlihat mirip namun memiliki fungsi dan aturan yang berbeda. Berikut perbedaan tanda hubung dan tanda pisah.

Tayang:
Editor: Nuryanti
Skolla
Perbedaan Tanda Hubung dan Tanda Pisah. Tanda hubung dan tanda pisah terlihat mirip namun memiliki fungsi dan aturan yang berbeda. Berikut perbedaan tanda hubung dan tanda pisah. 

Beberapa orang, masih banyak yang salah dalam menyambung tanggal, bulan dan tahun.

Kebanyakan mereka masih menggunakan garis miring untuk menyambung tanggal, bulan dan tahun.

Ternyata, cara ini adalah cara yang salah.

Seharusnya, dalam menyambung tanggal, bulan dan tahun menggunakan tanda penghubung.

Contoh:

  • 11-11-2013
  • p-a-n-i-t-i-a

4. Memperjelas hubungan bagian kata atau ungkapan

Tanda hubung berfungsi untuk memperjelas hubungan antara bagian-bagian dalam kata atau ungkapan, terutama ketika bentuk kata mengalami perubahan atau ketika penggabungan kata yang membingungkan. 

Dengan adanya tanda hubung, dapat memudahkan kita untuk memaknai kata tersebut.

Contoh:

  • Berevolusi

Berevolusi memiliki dua kata dasar yang berbeda, yaitu "evolusi" dan "revolusi".

Untuk memperjelas bagian kata ini, maka kita perlu menggunakan tanda hubung.

Dengan demikian, kata berevolusi yang memiliki kata dasar evolusi akan menjadi ber-evolusi, sedangkan yang memiliki kata dasar revolusi akan menjadi be-revolusi.

  • Mengukur

Sama halnya dengan kata di atas, mengukur memiliki dua kata dasar yang berbeda, yaitu ukur dan kukur.

Untuk memperjelas makna kata ini, digunakan tanda hubung. 

Oleh sebab itu, ada kata meng-ukur (untuk kata dasar ukur) dan kata me-ngukur (untuk kata dasar kukur).

5. Merangkai bentuk atau kata

Contoh:

  • Se- dengan data berikutnya yang dimulai dengan huruf kapital (se-Indonesia, se-Jawa Barat)
  • Ke- dengan angka (peringkat ke-2)
  • Angka dengan imbuhan -an (tahun 1950-an)
  • Kata atau imbuhan dengan singkatan yang berupa huruf kapital (hari-H, sinar-X, ber-KTP, di-SK-kan)
  • Kata dengan kata ganti Tuhan (ciptaan-Nya, atas rahmat-Mu)
  • Huruf dan angka (D-3, S-1, S-2)
  • Kata ganti dengan akhiran -ku, -mu, -nya dengan singkatan yang berupa huruf kapital (KTP-mu, SIM-nya, STNK-ku)

6. Merangkai unsur bahasa Indonesia dengan unsur bahasa daerah atau bahasa asing

Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved