Kamis, 16 April 2026

Dicari! Talenta Terbaik Bangsa untuk Jadi Rektor Baru Universitas Terbuka Periode 2025-2030

Universitas Terbuka mencari Rektor baru periode 2025-2030 untuk memimpin inovasi pendidikan digital. Pendaftaran akan dibuka 1 Maret–22 April 2025.

(Dok. Universitas Terbuka)
SELEKSI REKTOR UT - Universitas Terbuka (UT) resmi membuka proses seleksi Rektor periode 2025 – 2030. 

TRIBUNNEWS.COM - Di era digital, pendidikan menghadapi berbagai tantangan yang menuntut solusi inovatif. Mulai dari kesenjangan akses teknologi, pembelajaran jarak jauh, hingga berkembangnya kecerdasan buatan (AI), semua aspek ini memerlukan kepemimpinan yang adaptif dan visioner. 

Bertekad mencetak generasi emas, Universitas Terbuka mengundang putra-putri terbaik bangsa untuk mencalonkan diri sebagai Rektor UT periode 2025-2030. 

Sebagai salah satu Perguruan Tinggi Negeri (PTN) berbasis Pendidikan Tinggi Terbuka dan Jarak Jauh (PTTJJ) terbesar di Indonesia, UT jelas membutuhkan pemimpin visioner yang mampu membawa institusi ke jenjang yang lebih tinggi dalam inovasi pendidikan digital. 

Ketua Majelis Wali Amanat (MWA) UT, Prof. Ainun Na’im, M.B.A., Ph.D., menegaskan bahwa pencarian Rektor UT periode 2025-2030 adalah momentum strategis untuk menentukan arah dan visi Universitas Terbuka ke depannya.

“Rektor terpilih nantinya merupakan pemimpin yang akan membawa UT mewujudkan visi, misi, dan tujuan UT, menciptakan lingkungan akademik yang unggul, inovatif, dan berintegritas,” jelas Prof. Ainun dalam Sosialisasi Pencarian Rektor Universitas Terbuka 2025-2030 di UTCC, Pondok Cabe, Pamulang, Tangerang Selatan, Jumat (14/2/2025).

Prof. Ainun berharap, proses pencarian Rektor dapat berjalan dengan menjunjung tinggi prinsip kepastian hukum, keterbukaan, kerukunan, integritas, jujur, dan berkeadilan. 

“Pencarian Rektor UT ini juga harapannya dapat berlangsung dengan demokratis dan penuh rasa tanggung jawab untuk mendapatkan kandidat terbaik,” tambah Prof. Ainun.

Selaras dengan Prof. Ainun, Anggota Majelis Wali Amanat (MWA) UT, Prof. Dr. Tjitjik Srie Tjahjandarie, mengatakan bahwa sudah waktunya bagi UT untuk alih generasi. 

"Proses pencarian Rektor UT ini  bukan untuk persaingan namun mencari  bintang atau the best from the best. UT merupakan pelopor PTJJ  terbaik  milik Indonesia, sehingga Rektor yang bisa mencalonkan diri ke UT adalah siapapun dari seluruh wilayah Indonesia yang sesuai dengan kriteria," tegas Tjitjik.

Baca juga: Kolaborasi UT dan PTN-BH se-Indonesia Wujudkan Riset dan Pengabdian Masyarakat Berkualitas Global

Sosialisasi UT Mencari Rektor Baru
REKTOR BARU UT - Kiri-Kanan: Sekretaris Panitia Pemilihan Rektor (PPR) UT 2025-2030, Mailani Hamdani; Sekretaris Majelis Wali Amanat (MWA), Dr. Ake Wihadanto, S.E., M.T; Rektor UT, Dr. M. Yunus; Perwakilan MWA, Prof. Dr. Tjitjik Srie Tjahjandarie; dan Ketua PPR, Prof. Dr. Paulina Pannen pada konferensi pers Sosialisasi Pencarian Rektor UT di UTCC Pondok Cabe, Jumat (14/2).

Proses seleksi terbuka dan transparan

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Panitia Pemilihan Rektor (PPR) UT 2025-2030, Prof. Dr. Paulina Pannen, M.Ls., menyatakan, proses Pencarian Rektor UT 2025-2030 yang bertajuk “Mencari Bintang” ini bersifat terbuka dan transparan.

“Dengan semangat yang baru, kami mengundang putra-putri terbaik dari Indonesia untuk mengikuti proses pencarian Rektor UT. Kami mencari bintang atau sosok pemimpin UT yang berintegritas,” jelas Prof. Paulina.

Dr. M. Yunus selaku Rektor UT sejak Januari 2025, menambahkan, sosok Rektor UT harus mempunyai mimpi membangun UT lebih baik, termasuk mewujudkan pencapaian APK UT mencapai 1 juta mahasiswa.

Adapun sejumlah kriteria dan kualifikasi untuk menjadi calon Rektor UT mendatang yaitu:

  • Memiliki gelar akademik doktor yang berasal dari perguruan tinggi dalam negeri yang terakreditasi atau perguruan tinggi luar negeri yang diakui oleh Kementerian
  • Berstatus sebagai Dosen dari perguruan tinggi dalam negeri yang terakreditasi atau perguruan tinggi luar negeri yang diakui oleh Kementerian dengan jabatan akademik paling rendah setara dengan Lektor Kepala
  • Belum memasuki usia 60 (enam puluh) tahun pada saat berakhirnya masa jabatan Rektor yang sedang menjabat
  • Memiliki pengalaman manajerial paling rendah sebagai Ketua Jurusan/Departemen, atau sebutan lain yang setara paling singkat 2 (dua) tahun

Demi memastikan bahwa Rektor UT yang terpilih memiliki kapasitas dan komitmen yang mumpuni untuk memajukan UT, proses seleksi Pencarian Rektor UT mencakup berbagai tahapan. 

Mulai dari penjaringan, penyaringan, hingga pemilihan dan penetapan Rektor terpilih. Pendaftaran calon Rektor UT periode 2025 - 2030 ini akan dibuka mulai tanggal 1 Maret hingga 22 April 2025.

“Dengan demikian, kami mengundang putra-putri terbaik bangsa untuk mengikuti proses ini. Publik juga dapat mengikuti proses Pencarian Rektor UT 2025-2030 ini melalui https://carirektor.ut.ac.id yang memuat semua informasi terkait Pencarian Rektor UT 2025-2030. Partisipasi semua pihak dalam proses ini sangat kami tunggu,” pungkas Prof. Paulina Pannen.

Baca juga: UT Siap Layani 1 Juta Mahasiswa di 2025, Perkuat Layanan SALUT di Seluruh Indonesia

Admin: Sponsored Content
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved