Kurikulum Merdeka
Kunci Jawaban Antropologi Halaman 49, 50, dan 51 Kelas 11 SMA Kurikulum Merdeka
Pada halaman 49, 50, 51 Bab 1 Pengantar Antropologi Antropologi Kelas 11 SMA/MA Kurikulum Merdeka Edisi Revisi, siswa mengerjakan Lembar Kerja 1.8.
TRIBUNNEWS.COM - Inilah kunci jawaban mata pelajaran Antropologi Halaman 49, 50, dan 51 kelas 11 SMA/MA Kurikulum Merdeka Edisi Revisi karangan Okta Hadi Nurcahyono terbitan Kemdikbudristek tahun 2021.
Pada halaman 49, 50, dan 51 buku Antropologi Kelas 11 SMA/MA Kurikulum Merdeka Edisi Revisi, siswa mengerjakan Lembar Kerja 1.8.
Pembahasan ini, diulas dalam Bab 1 "Pengantar Antropologi".
Selengkapnya, simak kunci jawaban mata pelajaran Antropologi halaman 49, 50, dan 51 Kelas 11 SMA/MA.
Kunci Jawaban Antropologi Kelas 11 SMA Halaman 49, 50, dan 51 Kurikulum Merdeka
Kunci Jawaban Soal Antropologi Halaman 49, 50, dan 51 Kelas 11 SMA
Lembar Kerja 1.8
Judul Kegiatan: Berlatih Mengamati Fenomena dari Analisis Kasus di Media
Jenis Kegiatan: Analisis Kasus
Tujuan Kegiatan : Peserta didik dapat menjelaskan fenomena sosial budaya di media dengan perspektif emik dan etik
Bacalah dengan cermat artikel di bawah ini
Fenomena Demam Budaya Korea Melalui Drama dan K-pop
Salah satu fenomena sosial budaya yang tengah merebak di kalangan masyarakat adalah menjamurnya tayangan drama Korea. Seiring dengan perkembangan kemajuan teknologi, berkembang pula seni perfilman dunia, terutama di Korea Selatan. Seperti yang dapat kita lihat, sejak tahun 2002 sampai sekarang, tayangan drama Korea dari berbagai genre dan judul telah menghiasi layar kaca Indonesia, bahkan masyarakat dapat menyaksikan tayangan drama Korea melalui berbagai situs daring. Drama Korea yang pertama kali tayang di Indonesia berjudul “Endless Love” yang ditayangkan oleh Surya Citra Media pada tahun 2002, mendapat sambutan hangat dari masyarakat Indonesia, yang kemudian diikuti oleh penayangan berbagai drama terkenal, seperti “Winter Sonata”, “Jewel in the Palace (Dae Jang Geum)”, “Full House”, “Boys Over Flower”, “You’re Beautiful”, “Secret Garden”, “The Heirs”, “My Love from The Star”, “Descendants of the Sun”, hingga drama terbaru fenomenal seperti “The Penthouse”.
Penyebaran drama Korea dan penerimaan yang positif di berbagai negara, turut mengenalkan dan menyebarkan musik, tren fesyen, makanan atau kuliner, tren make-up, bahasa dan budaya populer Korea di kalangan masyarakat umum, terutama di kalangan remaja Indonesia hingga dikenal dengan istilah Hallyu atau Korean Wave.
Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Alfanani (2017), dalam pandangan masyarakat Indonesia, terutama kalangan remaja, drama Korea memiliki daya pikat yang luar biasa dan dianggap berbeda dari jenis drama atau sinetron dari negara lain. Menurut masyarakat pecinta drama Korea, daya pikat dari drama Korea terletak pada pemerannya yang secara keseluruhan berwajah tampan dan cantik, alur cerita yang sistematis, tidak membosankan, dan menghibur, akting dari para pemeran yang sangat menjiwai, serta penyajian pesan yang memberi kesan menarik bagi penikmatnya.
Sedangkan menurut peneliti, terdapat beberapa dampak yang ditimbulkan dari fenomena merebaknya drama Korea di kalangan masyarakat, meliputi dampak sosial, budaya, ekonomi, dan linguistik. Dampak sosial berupa menyebabkan masyarakat pecinta drama asing cenderung pasif atau kurang produktif karena lebih memilih menghabiskan waktu, serta menyebabkan adopsi dan peniruan pola hidup masyarakat Korea seperti dalam drama. Adapun dampak budaya dari penyebaran drama Korea menyebabkan masyarakat cenderung lebih menggandrungi kebudayaan Korea tanpa menyaringnya. Sedangkan dampak ekonomi menyebabkan meningkatnya kegiatan jual beli barang dari luar negeri yang berkaitan dengan drama dan budaya asing tersebut, sehingga masyarakat cenderung melakukan transaksi jual-beli terhadap produk dari negara lain, dibandingkan produk dalam negeri. Dalam bidang linguistik, menyebabkan penggunaan istilah-istilah bahasa asing yang biasanya ditampilkan drama, serta berdampak positif karena terjemahan yang digunakan menggunakan bahasa Indonesia yang baku dan ejaan yang tepat, sehingga dapat menjadi bahan pembelajaran dalam memahami bahasa Indonesia yang baik dan benar.
Tugas
- Dari artikel tersebut, identifikasikanlah informasi yang di hasilkan dari studi dengan perspektif emik maupun perspektif etik, dan sebutkan alasannya!
- Menurutmu bagaimana perbedaan di antara kedua hasil informasi dari pendekatan emik maupun etik?
- Apa yang dapat kamu simpulkan terkait perbedaan perspektif emik dan etik berdasarkan kasus di atas?
Referensi
Alfanani, R. J. (2017). Studi Komparasi Emik dan Etik Masyarakat Terhadap Menjamurnya Tayangan Drama Asing di Indonesia: Kajian Antropologi Kontemporer. In Proceedings Education and Language International Conference (Vol. 1, No. 1). diunduh melalui http://jurnal.unissula.ac.id/index.php/ELIC/article/view/1299
Baca juga: Kunci Jawaban Bahasa Inggris Kelas 7 Halaman 132 Kurikulum Merdeka, Worksheet 3.23, Chapter 3
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/antro-11-sma.jpg)