Kurikulum Merdeka
Kunci Jawaban IPS Kelas 7 Halaman 50: Aktivitas 10 Interaksi sosial dalam Kehidupan Sehari-hari
Kunci jawaban IPS kelas 7 halaman 50 Kurikulum Merdeka Aktivitas 10 tentang bentuk interaksi sosial dalam kehidupan sehari-hari.
Interaksi sosial merupakan dasar dari kehidupan bermasyarakat. Dalam praktiknya, interaksi sosial dapat bersifat asosiatif (mendukung kerja sama) maupun disosiatif (menimbulkan pertentangan). Salah satu bentuk interaksi sosial disosiatif adalah kontravensi, yaitu sikap menentang secara tersembunyi yang biasanya ditunjukkan melalui gosip, sindiran, atau penolakan tidak langsung.
Fenomena kontravensi sering terjadi di lingkungan pelajar, misalnya saat ada aturan sekolah yang tidak disukai, atau ketika muncul persaingan antar teman. Meskipun tidak terlihat sebagai konflik terbuka, kontravensi bisa merusak hubungan pertemanan, menurunkan semangat belajar, bahkan memicu bullying. Oleh karena itu, penelitian ini penting dilakukan agar dapat memberikan pemahaman tentang dampak kontravensi di kalangan pelajar dan bagaimana cara mencegahnya.
B. Pertanyaan Penelitian
- Apa bentuk kontravensi yang sering muncul di kalangan pelajar?
- Apa dampak kontravensi terhadap hubungan sosial antar siswa?
- Bagaimana upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah kontravensi agar tidak berkembang menjadi konflik?
C. Pembahasan
Berdasarkan hasil telaah dari berbagai sumber pustaka (buku sosiologi, artikel pendidikan, dan jurnal perilaku sosial remaja), ditemukan beberapa poin penting:
1.Bentuk kontravensi di kalangan pelajar:
- Sindiran melalui media sosial.
- Menyebarkan gosip atau rumor.
- Pura-pura setuju dengan aturan, tetapi sebenarnya menolak.
2.Dampak kontravensi terhadap hubungan sosial:
- Merusak rasa percaya antar siswa.
- Memicu perpecahan dalam kelompok belajar.
- Menurunkan solidaritas antar teman sebaya.
3.Upaya pencegahan kontravensi:
- Menumbuhkan budaya komunikasi terbuka di sekolah.
- Membiasakan siswa menyampaikan kritik secara santun.
- Guru dan konselor aktif melakukan mediasi jika ada masalah antar siswa.
- Menanamkan nilai toleransi dan empati melalui kegiatan ekstrakurikuler.
D. Daftar Pustaka
- Soekanto, Soerjono. Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta: Rajawali Pers, 2017.
- Koentjaraningrat. Pengantar Ilmu Antropologi. Jakarta: Rineka Cipta, 2009.
- Artikel Jurnal Pendidikan Karakter, Kemendikbud, 2020.
- Modul Sosiologi Kelas XI, Kemdikbud, 2021.
Rencana Kegiatan Kampanye Anti-Kontravensi
Tujuan kegiatan:
- Memberikan pemahaman kepada siswa tentang bahaya kontravensi.
- Mengajak siswa menyelesaikan masalah dengan komunikasi positif.
Sasaran audiens:
Siswa kelas X, XI, dan XII di sekolah.
Media kampanye:
- Poster edukasi “Stop Sindiran, Mulai Bicara Baik”.
- Presentasi kelompok di kelas.
- Pameran karya siswa tentang pentingnya menjaga hubungan sosial sehat.
Alat dan bahan:
Laptop, proyektor, kertas karton, spidol warna, hasil cetak poster.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Kunci-Jawaban-Mapel-IPS-kelas-7-halaman-50-Kurikulum-Merdeka.jpg)