Kamis, 14 Mei 2026

Apa Itu Bestari Saintek, Program Ekosistem Hidup Berbasis Sains & Teknologi Kemendiktisaintek-LPDP

Program Ekosistem Hidup Berbasis Sains dan Teknologi (Bestari Saintek) ini bertujuan untuk memastikan serapan hasil riset. 

Tayang:
Penulis: Fahdi Fahlevi
Editor: Dewi Agustina
HO/Kemendiktisaintek
HASIL RISET - Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto pada peluncuran Program Ekosistem Hidup Berbasis Sains dan Teknologi (Bestari Saintek) di Kantor Kemendiktisaintek, Jakarta. 

Ringkasan Berita:
  • Kemendiktisaintek dan LPDP luncurkan Program Bestari Saintek
  • Program ini untuk memastikan setiap hasil riset tidak berhenti di jurnal
  • Tujuannya mewujudkan ekosistem sains dan teknologi yang hidup, inklusif, dan mensejahterakan bangsa
 


TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) bersama Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) meluncurkan Program Ekosistem Hidup Berbasis Sains dan Teknologi (Bestari Saintek).

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto mengatakan program ini untuk memastikan serapan hasil riset. 

Baca juga: Kemendiktisaintek Berupaya Membumikan Sains dan Teknologi hingga ke Warung Kopi

"Kami ingin memastikan bahwa setiap hasil riset tidak berhenti di jurnal, tetapi hadir dalam bentuk inovasi yang bisa dipegang, digunakan, dan memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat. Dengan kesabaran dan ketekunan, kekuatan akademik akan melahirkan champion masa depan," ujar Brian melalui keterangan tertulis, Rabu (15/10/2025).

Indonesia saat ini menghadapi paradoks inovasi. 

Produktivitas riset nasional dan posisi Indonesia dalam Global Innovation Index terus meningkat, namun dampak nyata hasil riset di tingkat masyarakat masih terbatas. 

 

HASIL RISET - Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto pada peluncuran Program Ekosistem Hidup Berbasis Sains dan Teknologi (Bestari Saintek) di Kantor Kemendiktisaintek, Jakarta.
HASIL RISET - Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto pada peluncuran Program Ekosistem Hidup Berbasis Sains dan Teknologi (Bestari Saintek) di Kantor Kemendiktisaintek, Jakarta. (HO/Kemendiktisaintek)

 

Di sisi lain, tingkat kepercayaan publik terhadap ilmuwan Indonesia justru sangat tinggi. 

Skor 3,84 dari lima menurut Nature Human Behaviour (2025), melampaui rata-rata global.

Direktur Jenderal Sains dan Teknologi (Dirjen Saintek), Ahmad Najib Burhani menjelaskan, kunci keberhasilan program ini sangat bergantung pada kolaborasi semua pihak. 

Perguruan tinggi harus menjadi motor penggerak pengetahuan.

"Inovasi yang dihasilkan diharapkan benar-benar tepat guna dan berdampak ekonomi langsung mulai dari peningkatan mutu produk lokal hingga efisiensi rantai pasok dan perluasan akses pasar," kata Najib.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Diseminasi dan Pemanfaatan Sains dan Teknologi, Yudi Darma mengatakan program ini untuk membawa hasil riset keluar dari laboratorium dan menghadirkannya sebagai solusi nyata di tengah masyarakat.

"Kami mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk bergandeng tangan menjadikan Bestari Saintek sebagai ruang kolaborasi bersama yang diharapkan dapat menjadi wadah bagi ide-ide cemerlang lintas disiplin yang bermuara pada satu tujuan besar mewujudkan ekosistem sains dan teknologi yang hidup, inklusif, dan mensejahterakan bangsa," pungkasnya.

Apa Itu Bestari Saintek

Program BESTARI Saintek adalah inisiatif kolaboratif yang diluncurkan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) bersama Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) pada 13 Oktober 2025. 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved