Selasa, 12 Mei 2026

350 Delegasi dari 10 Negara Ikuti Simulasi Sidang PBB di Indonesia lewat Global Millennial MUN 2025

350 pelajar dan mahasiswa 10 negara berpartisipasi dalam ajang Global Millennial Model United Nations (GM MUN) 2025

Tayang:
Editor: Content Writer
Istimewa
GM MUN 2025 - Lebih dari 350 pelajar dan mahasiswa dari 10 negara berpartisipasi dalam ajang Global Millennial Model United Nations (GM MUN) 2025, sebuah simulasi sidang Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) berskala internasional yang digelar di Hotel Santika Premiere Bintaro pada 10–12 Oktober 2025. 

TRIBUNNEWS.COM - Lebih dari 350 pelajar dan mahasiswa dari 10 negara berpartisipasi dalam ajang Global Millennial Model United Nations (GM MUN) 2025, sebuah simulasi sidang Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) berskala internasional yang digelar di Hotel Santika Premiere Bintaro pada 10–12 Oktober 2025.

Diselenggarakan oleh Globy, #1 Coaching for International Competitions, acara ini bertujuan memberdayakan para pemimpin muda agar mampu membentuk masa depan melalui diplomasi, kesadaran global, dan pengembangan kepemimpinan.

Tahun ini, GM MUN menjadi sorotan karena berhasil menjadi acara MUN beginner-friendly pertama di Indonesia yang dihadiri oleh ratusan peserta internasional. Kegiatan ini juga telah dikurasi oleh Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) di bawah Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek).

Ajang ini terbagi dalam tiga level partisipasi, yaitu Junior Level (di bawah 15 tahun), Senior Level (15–18 tahun), dan Open Level (di bawah 30 tahun), untuk memastikan pengalaman belajar yang inklusif bagi seluruh kalangan muda.

Selama tiga hari penyelenggaraan, para delegasi mengikuti berbagai rangkaian kegiatan, mulai dari simulasi sidang PBB, konferensi internasional, sesi cultural exchange, hingga gala dinner diplomatik.

Partisipan dan dewan juri berasal dari berbagai negara, termasuk Malaysia, Lebanon, Pakistan, Vietnam, Brunei Darussalam, Singapura, Filipina, dan negara lainnya. Keberagaman latar belakang tersebut menjadikan GM MUN 2025 sebagai ruang lintas budaya yang kaya akan perspektif global.

Dua tokoh penting turut hadir dalam konferensi ini, yaitu Jeffrey Labovitz selaku IOM Chief of Mission to Indonesia dan Dr. I Made Andi Arsana sebagai UN Conciliator sekaligus Dosen di Universitas Gadjah Mada, yang juga menjadi keynote speaker dalam acara ini.

Baca juga: Diplomasi Indonesia Menggetarkan Meja PBB: 
Amerika Memberi Hormat

Sebagai bentuk apresiasi atas performa luar biasa para peserta, penyelenggara memberikan penghargaan kepada para delegasi terbaik dalam beberapa kategori, yaitu Best Delegate, Most Outstanding Delegate, Honorable Mention, Diplomatic Commendation, dan Best Position Paper.

Dalam keterangannya, Muflih Dwi Fikri, Founder & CEO Globy, menegaskan bahwa kegiatan seperti Model United Nations memiliki dampak besar terhadap pengembangan diri dan masa depan akademik generasi muda.

“Melalui MUN, banyak peserta yang memanfaatkan sertifikatnya ini sebagai nilai tambah saat mendaftar ke universitas top dunia, beasiswa, hingga SNBP. Kami ingin menunjukkan bahwa siapa pun bisa menjadi bagian dari komunitas global, asal berani belajar dan mencoba,” ujar Muflih.

Sebagai kegiatan berskala internasional, Global Millennial MUN berkomitmen untuk terus menjadi wadah kolaborasi lintas negara, memperkuat peran generasi muda Indonesia di ranah diplomasi global, serta mendukung semangat Sustainable Development Goals (SDGs) melalui aksi nyata para pemuda.

Berkat kesuksesan penyelenggaraan Global Millennial MUN 2025 di Jakarta, kegiatan ini rencananya akan kembali digelar di Yogyakarta pada 2–4 Januari 2026.(*)

Baca juga: Dunia Usaha, Pemerintah dan PBB Berperan Penting Dalam Pembangunan Berkelanjutan

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved