Kurikulum Merdeka
Kunci Jawaban Pendidikan Agama Islam Kelas 4 SD/MI Kurikulum Merdeka Hal 53: Pengayaan
Simak kunci jawaban buku Pendidikan Agama Islam kelas 4 SD/MI Kurikulum Merdeka halaman 53 bab 3: Pengayaan
Suatu hari, Umar bin Khattab berjalan menyusuri jalanan Madinah untuk melihat langsung kondisi masyarakatnya. Di tengah perjalanannya, ia melihat seorang kakek tua beragama Yahudi yang tampak lemah dan miskin sedang meminta-minta di pinggir jalan. Kakek itu terlihat kesulitan berjalan dan jelas sudah tidak mampu bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.
Umar merasa sangat prihatin melihat keadaan tersebut. Ia pun mendekati kakek itu dan bertanya dengan lembut tentang alasan ia meminta-minta. Kakek tersebut menjawab bahwa usianya sudah tua, tubuhnya lemah, dan ia tidak lagi mampu bekerja, sementara ia tetap harus membayar kewajiban pajak yang ditetapkan negara. Mendengar jawaban itu, hati Umar tersentuh.
Dengan wajah penuh penyesalan, Umar berkata, “Tidak adil bagi kami jika kami mengambil pajak darimu saat engkau masih kuat, lalu membiarkanmu terlantar di masa tuamu.” Umar menyadari bahwa negara memiliki tanggung jawab untuk melindungi seluruh rakyatnya, termasuk mereka yang berbeda agama.
Tanpa menunda waktu, Umar bin Khattab segera membawa kakek tersebut ke rumahnya. Ia memberikan makanan dan bantuan agar kakek itu dapat bertahan hidup. Tidak hanya itu, Umar juga memerintahkan para petugas Baitul Mal (kas negara) untuk memberikan jaminan hidup secara rutin kepada kakek tersebut, sehingga ia tidak perlu lagi meminta-minta di jalan.
Umar juga mengeluarkan kebijakan bahwa orang-orang non-Muslim yang sudah lanjut usia, sakit, atau tidak mampu bekerja dibebaskan dari kewajiban pajak dan justru berhak menerima bantuan dari negara. Keputusan ini menunjukkan bahwa Islam tidak hanya mengajarkan ibadah, tetapi juga keadilan sosial dan kemanusiaan.
Kisah ini menjadi bukti nyata bahwa Islam mengajarkan toleransi, kasih sayang, dan penghormatan terhadap perbedaan agama. Umar bin Khattab tidak memandang agama kakek tersebut sebagai penghalang untuk menolongnya. Sebaliknya, ia melihatnya sebagai sesama manusia yang wajib dilindungi hak dan martabatnya.
Dari kisah ini, kita dapat mengambil pelajaran bahwa menghormati orang yang berbeda agama adalah bagian dari ajaran Islam. Seorang Muslim diajarkan untuk bersikap adil, peduli, dan berbuat baik kepada siapapun.
Sikap Umar bin Khattab menjadi teladan bagi kita untuk hidup rukun, saling menghormati, dan menjaga persaudaraan dalam masyarakat yang beragam.
*) Disclaimer:
- Artikel ini hanya ditujukan kepada orang tua untuk memandu proses belajar anak.
- Sebelum melihat kunci jawaban, siswa harus terlebih dahulu menjawabnya sendiri, setelah itu gunakan artikel ini untuk mengoreksi hasil pekerjaan siswa.
(Tribunnews.com/Namira)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/anisa-siswa-sekolah-rakyat.jpg)