Sabtu, 9 Mei 2026

Kurikulum Merdeka

Kunci Jawaban PAI dan Budi Pekerti Kelas 10 Halaman 62: Aktivitas 3.3 Nilai Keteladanan

Jawaban PAI dan Budi Pekerti kelas 10 halaman 62 Kurikulum Merdeka soal pada Aktivitas 3.3 tentang Nilai Keteladanan.

Tayang:
jatengprov.go.id
ILUSTRASI SISWA SMA - Foto siswa siswi yang sedang berada di sekolah, diunduh dari laman jatengprov.go.id pada Senin (12/6/2023). Berikut kunci jawaban PAI dan Budi Pekerti kelas 10 halaman 62 Kurikulum Merdeka. 

TRIBUNNEWS.COM – Buku Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Budi Pekerti siswa kelas 10 SMA halaman 62 membahas tentang nilai keteladanan.

Dalam materi PAI dan Budi Pekerti kelas 10 halaman 62, siswa diminta untuk menjawab soal pertanyaan pada Aktivitas 3.3.

Buku pelajaran PAI dan Budi Pekerti Kelas 10 Kurikulum Merdeka merupakan karangan Ahmad Taufik dan Nurwastuti Setyowati terbitan Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Balitbang, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) tahun 2017.

Berikut Tribunnews sajikan kunci jawaban buku PAI dan Budi Pekerti kelas 10 halaman 62 "Aktivitas 3.3".

Baca juga: Kunci Jawaban Geografi Kelas 11 SMA/MA Halaman 184 Kurikulum Merdeka Aktivitas 3.7

Aktivitas 3.3

Baca dan cermatilah artikel di bawah ini, kemudian tulislah nilai-nilai keteladanan yang dapat diambil dari artikel tersebut!

Penghuni Surga

Pada sebuah kesempatan di masjid Nabawi, ketika para sahabat duduk-duduk bersama Rasulullah Saw., beliau berkata : “akan datang kepada kalian sekarang ini seorang laki-laki penghuni surga”. Ucapan Rasulullah Saw. tersebut tentu saja membuat para sahabat penasaran terhadap sosok tersebut. Apakah dia salah satu sahabat yang paling luar biasa ibadah shalatnya, puasanya? Atau punya amal istimewa seperti apa?. Tak lama kemudian, seorang laki-laki dari golongan sahabat Anshar lewat, tampak jenggotnya basah dengan air wudhu dan tangan kirinya membawa sandal. Para sahabat bertanya-tanya alasan apa yang membuat laki-laki tersebut menjadi penghuni surga. Keesokan harinya, Nabi Saw. berkata lagi: “akan datang kepada kalian sekarang ini seorang laki-laki penghuni surga”. Namun justru yang muncul lagi adalah laki-laki dengan wajah basah wudhu sambil membawa sandal. Tak ada satu pun sahabat yang berani bertanya kepada Rasulullah Saw.

Keesokan harinya, Rasulullah Saw. mengatakan hal sama, dan lakilaki itu yang muncul lagi. Para sahabat sangat yakin bahwa sosok lakilaki itulah yang dimaksud oleh Rasulullah Saw. sebagai calon penghuni surga. Namun tidak ada satu pun sahabat yang mengetahui alasan di balik pemberian nikmat surga kepada laki-laki itu.

Abdullah bin Amr bin Ash membuntuti laki-laki itu hingga sampai di rumahnya. Ini didasari rasa ingin tahu tentang keistimewaan yang dimilikinya hingga berstatus sebagai calon penghuni surga. Selama tiga malam menginap di rumah laki laki tersebut, Abdullah bin Amr bin Ash mengamati setiap ibadah dan amalan yang dilakukan oleh laki-laki itu. 

Abdullah bin Amr tidak menemukan amalan yang istimewa, ibadahnya biasa saja, tidak tahajud pada malam hari, dan tidak puasa sunah. Hanya, Abdullah sering mendengar laki-laki itu berzikir dan bertakbir setiap terbangun dari tidur, dan laki-laki  itu baru bangun untuk shalat subuh. Abdullah bin Amr juga tak pernah mendengar kecuali ucapan yang baik. Tiga hari berlalu, Abdullah bin Amr berkata: “apakah sebenarnya amal ibadahmu hingga engkau mendapat nikmat sebagai calon penghuni surga seperti yang dikatakan Rasulullah Saw.?”. Laki-laki itu menjawab sambil tersenyum: “Aku tidak memiliki amalan, kecuali yang engkau lihat selama tiga hari.” Jawaban ini tidak memuaskan Abdullah bin Amr bin Ash. Namun ketika Abdullah bin Amr bin Ash melangkah untuk meninggalkan rumahnya, laki-laki tersebut berkata: ”benar, amalanku seperti yang engkau lihat. Hanya saja aku tidak pernah berbuat curang kepada seorang pun. Aku juga tidak pernah iri ataupun hasad kepada seseorang atas karunia yang telah diberikan Allah kepadanya. 

Mendengar perkataan tersebut, Abdullah bin Amr bin Ash tercengang dan takjub kepadanya. Ia yakin sifat tak pernah iri, dengki, dan hasad inilah yang menjadikan laki-laki itu menjadi calon penghuni surga.

Sumber:

Lentera Hati Kisah dan Hikmah Kehidupan, Karya M. Quraish Shihab

Baca juga: Kunci Jawaban PKN Kelas 7 Halaman 92: Aktivitas 4.3 Keberagaman Agama dan Kepercayaan

KUNCI JAWABAN:

Nilai-nilai keteladanan yang dapat diambil dari artikel “Penghuni Surga” adalah sebagai berikut:

  • Keikhlasan dalam beramal

    Laki-laki Anshar tersebut beribadah secara sederhana tanpa ingin dipuji atau dikenal orang lain, namun tetap konsisten dalam kebaikan.

  • Hati yang bersih dan lapang

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved