Penerimaan Mahasiswa Baru
UIN Raden Mas Said Surakarta Siap Mengglobal, Buka Peluang bagi Mahasiswa Asing
UIN Raden Mas Said Surakarta siap mengglobal dengan visi Glokalisasi, termasuk dengan menerima ribuan mahasiswa asing dari berbagai negara.
Ringkasan Berita:
- UIN Raden Mas Said Surakarta menunjukkan peningkatan jumlah pendaftar mahasiswa baru dari berbagai negara.
- Pada tahun 2025. UIN Raden Mas Said Surakarta meraih rekor MURI sebagai PTKIN dengan pendaftar mahasiswa asing terbanyak, mencapai 1.450 orang.
- Kampus tersebut mencatat peningkatan pendaftar mahasiswa asing dari Asia seperti Thailand, Filipina, Vietnam, Iran, Iran, Mesir hingga negara-negara Afrika.
TRIBUNNEWS.COM - Universitas Raden Mas Said Surakarta melebarkan jangkauannya untuk menarik mahasiswa baru dari luar negeri.
Kampus yang terletak di Pucangan, Kecamatan Kartasura, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, itu telah mencatat sekitar 1.450 mahasiswa asing dari 50 negara yang mendaftar pada tahun 2025.
Pada tahun yang sama, kampus yang dipimpin oleh Rektor Prof. Dr. Toto Suharto, S.Ag., M.Ag. itu mendapat rekor MURI sebagai PTKIN dengan pendaftar mahasiswa asing terbanyak.
Prof. Dr. H. Zainul Abas, S.Ag., M.Ag., Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Pengembangan Kelembagaan menjelaskan bahwa UIN Raden Mas Said telah meningkatkan kerja sama dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di berbagai negara.
"Kalau (wilayah) Asia itu ada (mahasiswa) dari Thailand, ada dari Filipina, Vietnam, Pakistan. Lalu ada dari Nigeria, Gambia," kata Prof. Zainul Abas kepada Tribunnews.com, Kamis (8/1/2026).
"Dari Kazakhstan dan Timor Leste juga ada," kata Trisnawan, humas rektorat UIN Raden Mas Said Surakarta, menimpali.
Mengenai pendaftaran bagi calon mahasiswa baru dari luar negeri, Prof. Zainul Abas menjelaskan bahwa itu dilakukan melalui masing-masing kedutaan.
"Lewat jalur masing-masing (kedutaan) itu," jelas Prof. Zainul Abas.
Selain itu, ada admisi khusus yang menangani penerimaan mahasiswa asing, yaitu admisi Pusat Hubungan Internasional.
Beliau mengungkapkan bahwa admisi tersebut akan menyampaikan informasi terkait penerimaan mahasiswa asing ke KBRI di berbagai negara.
"Jadi kita menyampaikan informasi itu melalui KBRI. Nanti para Duta Besar (RI) itu menyampaikan ke negara masing-masing," jelasnya.
Baca juga: UIN Raden Mas Said Surakarta Buka Jalur SPAN-PTKIN 2026, Berapa Kuota yang Dibuka?
Para mahasiswa asing tersebut, jelas Prof. Zainul Abas, biasanya berkomunikasi menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar awal.
Kemudian, mereka akan mendapatkan pelatihan bahasa Indonesia, dimana pihak UIN Raden Mas Said Surakarta bekerja sama dengan Lembaga Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA).
"Mereka (mahasiswa asing) nanti kita bekali kemampuan bahasa Indonesia di sini," jelasnya, seraya menambahkan, "Tapi sudah pada bisa bahasa Indonesia."
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/UIN-Raden-mas-said-surakarta-3539535385.jpg)