Kurikulum Merdeka
Kunci Jawaban PAI dan Budi Pekerti Kelas 10 Halaman 240: Aktivitas 9.3 Nilai Keteladanan Kisah
Jawaban PAI dan Budi Pekerti kelas 10 halaman 240 Kurikulum Merdeka soal Aktivitas 9.3 Nilai Keteladanan Kisah 'Wabah Penyakit'.
TRIBUNNEWS.COM – Buku Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Budi Pekerti siswa kelas 10 SMA halaman 240 membahas tentang nilai keteladanan.
Para siswa diminta mengerjakan soal pada Aktivitas 9.3 halaman 240 pada buku PAI dan Budi Pekerti Kelas 10.
Pada Aktivitas 9.3 meminta siswa mencari nilai keteladanan dari kisah berjudul 'Wabah Penyakit'.
Buku pelajaran PAI dan Budi Pekerti Kelas 10 Kurikulum Merdeka merupakan karangan Ahmad Taufik dan Nurwastuti Setyowati terbitan Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Balitbang, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) tahun 2017.
Berikut Tribunnews sajikan kunci jawaban buku PAI dan Budi Pekerti kelas 10 halaman 240 "Aktivitas 9.3".
Baca juga: Kunci Jawaban PAI dan Budi Pekerti Kelas 10 Halaman 232: Penilaian Pengetahuan
Aktivitas 9.3
Baca dan cermatilah artikel di bawah ini, kemudian tulislah nilai nilai keteladanan yang dapat diambil dari artikel tersebut!
Wabah Penyakit
Suatu ketika Umar bin Khattab berniat melakukan kunjungan ke Syam (Suriah). Di tengah perjalanan, Umar bin Khattab mendengar kabar bahwa Syam sedang terkena wabah penyakit hingga kepanikan melanda negeri itu. Mengetahui kabar ini, Khalifah Umar bin Khattab meminta pendapat sahabat lainnya, apakah perjalanan tetap dilanjutkan atau menunda perjalanan itu.
Sebagian sahabat berpendapat untuk tetap melanjutkan rencana perjalanan tersebut demi melaksanakan perintah Allah. Sedangkan sahabat lainnya menyarankan untuk membatalkan perjalanan tersebut. Salah seorang sahabat berkata, jika Umar membatalkan perjalanan, maka ia termasuk lari dari takdir Allah. Kemudian Umar bin Khattab mengatakan, ia dan pasukannya lari dari takdir Allah yang buruk menuju takdir yang baik.
Pendapat Umar bin Khattab tersebut didukung oleh Abdurrahman bin Auf. Ia meyakinkan Umar bin Khattab untuk membatalkan perjalanan tersebut dengan dasar hadis nabi: “apakah kalian mendengar wabah tha’un melanda suatu negeri, maka janganlah kalian memasukinya. Adapun apabila penyakit itu melanda suatu negeri sedang kalian di dalamnya, maka janganlah kalian lari keluar dari negeri itu.” (H.R. Bukhari dan Muslim). Akhirnya Umar bin Khattab membatalkan perjalanan tersebut demi menghindari wabah penyakit.
Baca juga: Kunci Jawaban Bahasa Inggris Kelas 11 SMA/MA Halaman 140 Activity 9 Kurikulum Merdeka Edisi Revisi
Kunci Jawaban
Nilai keteladanan yang dapat diambil dari kisah 'Wabah Penyakit:
- Mengutamakan musyawarah
Umar bin Khattab tidak mengambil keputusan secara sepihak, tetapi meminta pendapat para sahabat. Hal ini menunjukkan pentingnya bermusyawarah dalam menghadapi persoalan bersama.
- Ketaatan pada ajaran Rasulullah Saw.
Keputusan membatalkan perjalanan didasarkan pada hadis Nabi Muhammad Saw. Ini menunjukkan keteladanan dalam menjadikan Al-Qur’an dan hadis sebagai pedoman utama dalam bertindak.
- Mengutamakan keselamatan jiwa
Umar bin Khattab memilih membatalkan perjalanan demi menjaga keselamatan diri dan pasukannya, sesuai dengan prinsip Islam bahwa menjaga jiwa (ḥifẓ an-nafs) adalah hal yang utama.
- Bijaksana dalam memahami takdir Allah Swt.
Umar bin Khattab memahami bahwa usaha menghindari bahaya bukan berarti menentang takdir, melainkan berpindah dari takdir yang buruk menuju takdir yang lebih baik.
- Tidak gegabah dalam mengambil keputusan
Umar bin Khattab bersikap tenang dan berhati-hati, tidak tergesa-gesa meskipun memiliki kekuasaan sebagai khalifah.
- Tanggung jawab sebagai pemimpin
Sebagai pemimpin, Umar bin Khattab menunjukkan rasa tanggung jawab besar terhadap keselamatan rakyat dan pasukannya.
- Menjunjung tinggi ilmu dan dalil
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/ilustrasi-siswa-sma-tahapan-ppdb-jateng-2023.jpg)