Kamis, 11 Juni 2026

Kurikulum Merdeka

Kunci Jawaban IPAS Kelas 6 Halaman 85 Kurikulum Merdeka Edisi Revisi, Uji Kompetensi

Soal ini terdapat pada buku Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) Kelas 6 Kurikulum Merdeka edisi Revisi pada Halaman 85, bagian Uji Kompetensi.

Tayang:
Tribunnews/Jeprima
SOAL DAN JAWABAN - Sejumlah siswa mengikuti pelajaran di Sekolah Dasar Pasirranji 04, Desa Cireundeu, Cikarang, Bekasi, Jawa Barat, Jumat (29/11/2024). Soal ini terdapat pada buku Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) Kelas 6 Kurikulum Merdeka edisi Revisi pada Halaman 85, bagian Uji Kompetensi. 

TRIBUNNEWS.COM - Dalam buku Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) Kurikulum Merdeka Edisi Revisi untuk SD/MI Kelas VI, peserta didik tidak hanya mempelajari konsep sains dan sosial, tetapi juga diajak memahami perjalanan tokoh-tokoh bangsa yang memberi dampak besar bagi Indonesia. 

Melalui materi tentang pahlawan nasional, siswa diarahkan untuk melihat bahwa kemerdekaan dan kesejahteraan bangsa lahir dari gagasan, ketekunan, serta keberanian dalam memperjuangkan keadilan. 

Salah satu fokus pembahasan terdapat pada Bab 3: Jejak Sang Pahlawan, yang mengajak siswa menelusuri kontribusi para tokoh melalui teks bacaan, analisis peristiwa, dan latihan pemahaman. 

Dalam bab ini, peserta didik dilatih menghubungkan informasi sejarah dengan pembentukan karakter dan tanggung jawab sebagai warga negara.

Pada bagian Uji Kompetensi halaman 85, siswa diminta membaca dan memahami teks berjudul Muhammad Hatta, Pendiri Bangsa dan Bapak Koperasi Indonesia. 

Teks ini menyoroti pemikiran, perjuangan, serta peran Bung Hatta dalam kemerdekaan dan pembangunan sistem ekonomi berbasis koperasi.

Latihan pada bagian uji kompetensi bertujuan mengukur pemahaman isi bacaan sekaligus kemampuan siswa menarik nilai keteladanan dari tokoh. 

Dengan menjawab pertanyaan berbasis teks, siswa diharapkan mampu mengolah informasi, menyimpulkan gagasan utama, dan merefleksikan maknanya dalam kehidupan sehari-hari.

Materi ini terdapat pada buku Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) Kurikulum Merdeka Edisi Revisi 2025 untuk SD/MI Kelas VI karya Amalia Fitri dkk, yang diterbitkan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.

Berikut ini adalah kunci jawaban IPAS Kelas 6 halaman 85 pada bagian Uji Kompetensi, yang dapat digunakan sebagai bahan pendamping belajar bagi siswa, guru, dan orang tua agar proses memahami materi menjadi lebih terarah dan bermakna.

Kunci Jawaban IPAS Kelas 6 Halaman 85 Kurikulum Merdeka Edisi Revisi

Baca juga: Kunci Jawaban IPAS Kelas 6 Halaman 83 Kurikulum Merdeka Edisi Revisi, Memilih Tantangan

Uji Kompetensi

Bacalah artikel tentang Bung Hatta berikut!

Muhammad Hatta, Pendiri Bangsa dan Bapak Koperasi Indonesia

Dr. (H.C.) Drs. H. Mohammad Hatta, lahir di Bukittinggi, Sumatera Barat pada tanggal 12 Agustus 1902. Ia tumbuh sebagai anak yang sangat tekun, pandai, rendah hati, sederhana, dan memiliki kedalaman pemikiran. Kesadaran politik Bung Hatta sudah tumbuh sejak ia masih menjadi pelajar. Selain aktif sekolah di Europeesche Lagere School (ELS) dan belajar agama di Meer Uitgebreid Lagere Onderwijs (MULO), Bung Hatta juga sering mengikuti ceramah dan pertemuan-pertemuan politik yang diadakan oleh tokoh politik lokal di Padang.

Sejak menjadi pelajar di ELS itu, Bung Hatta sudah sering bersentuh-an dengan bentuk-bentuk ketidakadilan yang dilakukan oleh bangsa kolonial Belanda. Kesadaran politiknya terus berkembang hingga ia tumbuh menjadi remaja yang tajam pemikirannya.

Bung Hatta sangat senang membaca buku. Sejak remaja, entah sudah berapa banyak gagasan para tokoh ia baca. Ia berusaha menemukan format apa yang ideal diterapkan pada bangsanya. Sebuah tatanan negara dengan masyarakat yang sejahtera, adil, dan makmur. Kemampuannya dalam menggunakan banyak bahasa asing, membuat gaung tulisan-tulisannya tentang gagasan kemerdekaan Indonesia, semakin luas ke berbagai negara. Ia pun berkesempatan untuk menimba ilmu di Belanda.

Sejak kuliah di Belanda, pemikirannya tentang kemerdekaan Indonesia membuatnya terus bergerak. Bung Hatta pun mengubah perhimpunan mahasiswa Hindia Belanda yang bernama Indische Vereeniging, yang semula hanya bersifat sosial, menjadi sebuah gerakan politik perlawanan.

Sesuai Minatmu
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved