Kunci Jawaban
Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 9 Halaman 18 Kegiatan 8a: Memahami Teks
Jawaban Bahasa Indonesia kelas 9 halaman 18 Kurikulum Merdeka kegiatan 8a tentang Memahami Teks 'Nama Keluarga'.
TRIBUNNEWS.COM – Buku Bahasa Indonesia siswa kelas 9 SMP halaman 18 membahas tentang Memahami Teks.
Pada materi Bahasa Indonesia kelas 9 halaman 18, siswa diminta untuk memahami isi teks bacaan yang berjudul "Nama Keluarga".
Buku pelajaran Bahasa Indonesia Kelas 9 Kurikulum Merdeka merupakan karangan Eva Y. Nukman dkk. terbitan Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Balitbang, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) tahun 2022.
Berikut Tribunnews sajikan kunci jawaban buku Bahasa Indonesia kelas 9 halaman 18 Kegiatan 8a: Membaca.
Baca juga: Kunci Jawaban Bahasa Inggris Kelas 11 SMA/MA Halaman 10 Practice 2 Kurikulum Merdeka
Kegiatan 8a: Memahami Teks “Nama Keluarga”
Membaca
Teks ini mendeskripsikan sistem kekerabatan suku Minangkabau. Bacalah dengan saksama.
NAMA KELUARGA
Saat mempelajari sensus penduduk, aku dan teman-teman di kelas berlatih mengisi formulir sesuai data. Banyak kolom yang harus kami isi termasuk nama ayah dan nama ibu.
Salah satu temanku heran, mengapa nama belakangku sama dengan nama belakang ibuku, bukan ayahku.
Katanya, “Biasanya nama anak mengikuti nama ayahnya, seperti Miko Sirait yang bersuku Batak, ayahnya bernama Tegar Sirait. Ada juga anak yang tidak menggunakan nama keluarga. Namaku, Anin Prasetyani, berbeda sama sekali dengan nama orang tuaku. Aku heran, kok nama belakangmu mengikuti nama ibumu?”
Iya juga, ya. Selama ini aku tidak memikirkannya. Pertanyaan Anin membuatku penasaran.
Di rumah, meluncurlah pertanyaanku, “Bu, mengapa aku memakai nama Chaniago, bukan nama Jambak seperti nama Ayah?”
Ibu tertegun sejenak, tetapi segera berbicara dengan penuh semangat. Kebudayaan Minangkabau terkenal dengan sistem matrilineal, yaitu menetapkan garis keturunan berdasarkan garis keturunan ibu. Jadi, marga anak akan mengikuti marga ibu. Budaya ini sudah lama berlangsung dan masih bertahan hingga kini.
Bagi orang Minangkabau, garis keturunan erat sekali hubungannya dengan adatnya. Perempuan dewasa atau ibu memiliki kedudukan yang tinggi dan menjadi lambang kehormatan keluarga. Ibu juga memiliki peran krusial dalam mengambil keputusan dalam keluarga.
“Wah, anak Ibu dua-duanya laki-laki. Ibu tak punya penerus keturunan. Apakah marga Chaniago bakal lenyap?” tanyaku.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Aktivitas-Siswa-SRMP-6-Cipayung_20251202_215643.jpg)