Selasa, 21 April 2026

Kunci Jawaban

Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 10 Halaman 128 Bab 5 Kurikulum Merdeka: Teks Bung Hatta

Berikut ini Kunci jawaban Bahasa Indonesia kelas 10 Halaman 128 Bab 5, kurikulum merdeka: teks Bung Hatta

Tribunnews.com/(Buku Bahasa Indonesia Kelas 10 Kurikulum Merdeka)
KUNCI JAWABAN - Berikut ini Kunci jawaban Bahasa Indonesia kelas 10 Halaman 128 Bab 5, kurikulum merdeka: teks Bung Hatta (Buku Bahasa Indonesia Kelas 10 Kurikulum Merdeka) 

TRIBUNNEWS.COM - Kunci jawaban Bahasa Indonesia kelas 10 Halaman 128 Bab 5, kurikulum merdeka.

Materi ini terdapat di buku Cerdas Cergas Bahasa Indonesia kelas 10 karya Fadillah Tri Aulia dan Sefi Indra Gumilar, diterbitkan oleh Pusat Kurikulum Perbukuan,  Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi.

Materi ini terdapat pada Bab 5: Inspirasi, motivasi dan pelajaran hidup dari tokoh, yang tidak hanya didapatkan dari teks yang berbetuk biografi. Namun juga bisa ditemukan dalam bentuk teks rekon.

Pada bab 5 ini membahas terkait terkait kisah inspiratif tokoh kepahlawanan Bung Hatta.

Soal ini tepatnya terkait teks rekon Bung Hatta.

Teks

Bung Hatta Tidak Mudah Tergoda Harta

Bagi pejabat di Indonesia, kisah kejujuran Mohammad Hatta mungkin adalah sebuah legenda. Bung Hatta, yang pernah menduduki jabatan sangat penting di republik ini, adalah sosok pria yang dikenal sederhana dan tidak mudah tergoda harta. Bahkan, biaya perjalanan dinasnya pun ia kembalikan ke negara ketika mengetahui ada kelebihan uang saku.

Cerita ini berawal dari tuturan I Wangsa Widjaja, sekretaris pribadi sang wakil presiden (wapres) pertama tersebut. Dalam buku yang berjudul Mengenang Bung Hatta, Wangsa, pria yang puluhan tahun mendampingi Bung Hatta, meriwayatkan jika bosnya selalu mengembalikan kelebihan uang negara yang diberikan sebagai anggaran perjalanan dinas.

Pada tahun 1970, ketika sudah tidak lagi menjadi wapres, Bung Hatta diundang ke Irian Jaya—sekarang bernama Papua. Saat diundang ke Irian Jaya, Bung Hatta juga meninjau tempat dimana ia pernah dibuang pada masa kolonial Belanda. Drama pun terjadi ketika Bung Hatta disodori amplop berisi "uang saku" setelah ia dan rombongan tiba di Irian.

"Surat apa ini?" tanya Bung Hatta.

Dijawab oleh Sumarno, menteri koordinator keuangan saat itu yang mengatur kunjungannya, "Bukan surat, Bung. Uang, uang saku untuk perjalanan Bung Hatta di sini."

"Uang apa lagi? Bukankah semua ongkos perjalanan saya sudah ditanggung pemerintah? Dapat mengunjungi daerah Irian ini saja 

“Saya sudah harus bersyukur. Saya benar-benar tidak mengerti uang apa lagi ini?”

“Lho, Bung. Ini uang dari pemerintah, termasuk dalam biaya perjalanan Bung Hatta dan rombongan,” kata Sumarno mencoba meyakinkan Bung Hatta.

“Tidak! Itu uang rakyat. Saya tidak mau terima. Kembalikan!” kata Bung Hatta menolak amplop yang disodorkan kepadanya.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved