Sabtu, 11 April 2026

Universitas Budi Luhur Gelar JSDC 2026, 43 Sekolah Ikuti Simulasi Sidang Internasional Model UN

Melalui kegiatan ini, peserta diajak berperan sebagai delegasi negara dalam forum diplomasi internasional

|
Penulis: Wahyu Aji
HO/IST/HO/IST
BELAJAR DIPLOMASI - Ketua Yayasan Pendidikan Budi Luhur Cakti, Julian Bongsoikrama, B.A., M.Sc (kiri) mendukung agenda tahunan Junior Short Diplomatic Course (JSDC) yang mengusung simulasi sidang Model United Nations (MUN) sebagai wadah pembelajaran diplomasi bagi pelajar tingkat SMA dan sederajat. 

 

Ringkasan Berita:
  • Universitas Budi Luhur menggelar JSDC 2026 pada 6–7 April dengan simulasi Model United Nations untuk pelajar SMA.
  • Diikuti 43 sekolah, kegiatan ini melatih kemampuan diplomasi, berpikir kritis, komunikasi, dan negosiasi melalui peran sebagai delegasi negara.
  • Ketua Yayasan, Julian Bongsoikrama, menegaskan JSDC jadi wadah pembelajaran kolaboratif guna membentuk generasi berwawasan global.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTAUniversitas Budi Luhur kembali menyelenggarakan agenda tahunan Junior Short Diplomatic Course (JSDC) yang mengusung simulasi sidang Model United Nations (MUN) sebagai wadah pembelajaran diplomasi bagi pelajar tingkat SMA dan sederajat.

Kegiatan ini diselenggarakan pada Senin dan Selasa, 6 sampai 7 April 2026, mulai pukul 08.00 WIB di Auditorium Grha Mahardhika Bujana, Universitas Budi Luhur.

Baca juga: Dari Hukuman Main Game, Marvel Rasendria Herdian ke Panggung Olimpiade Matematika Dunia

Junior Short Diplomatic Course (JSDC) merupakan program tahunan Universitas Budi Luhur yang menghadirkan simulasi sidang internasional untuk membahas berbagai isu global.

Melalui kegiatan ini, peserta diajak berperan sebagai delegasi negara dalam forum diplomasi internasional, sekaligus mengasah kemampuan berpikir kritis, komunikasi, dan negosiasi.

Pada pelaksanaan tahun ini, kegiatan JSDC diikuti oleh sekitar 43 sekolah dari berbagai daerah.

Antusiasme tersebut diharapkan dapat menciptakan forum diskusi yang aktif, kompetitif, serta berkualitas di kalangan pelajar.

Ketua Yayasan Pendidikan Budi Luhur Cakti, Julian Bongsoikrama, B.A., M.Sc. menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Universitas Budi Luhur dalam membentuk generasi muda yang memiliki wawasan global dan kemampuan diplomasi.

“Melalui Junior Short Diplomatic Course ini, kami ingin memberikan pengalaman nyata kepada para pelajar untuk memahami dinamika hubungan internasional. Kami berharap kegiatan ini dapat melahirkan generasi muda yang kritis, mampu berdialog, serta memiliki perspektif global dalam menyikapi berbagai isu dunia,” ujar Julian ditulis Senin.

Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga ruang pembelajaran kolaboratif antar pelajar dari berbagai sekolah.

“Kami melihat JSDC sebagai ruang belajar bersama. Para peserta tidak hanya berkompetisi, tetapi juga belajar bekerja sama, berdiplomasi, dan membangun solusi atas isu internasional secara konstruktif,” katanya.

Adapun sekolah yang turut berpartisipasi dalam JSDC 2026 antara lain BPK Penabur Bintaro, Global Sevilla Puri Indah, Makarios Christian School, MAN 10 Jakarta, MAN 11 Jakarta, MAN 19 Jakarta, SMA Budi Luhur, SMAN 14 Jakarta, SMAN 22 Jakarta, SMAN 51 Jakarta, SMAN 68 Jakarta, SMAN 90 Jakarta, hingga berbagai sekolah lainnya dari Jakarta, Tangerang, Bekasi, Depok, Bogor, dan sekitarnya.

"Dengan terselenggaranya JSDC 2026, Universitas Budi Luhur berharap kegiatan ini dapat menjadi wadah pengembangan kemampuan diplomasi generasi muda sekaligus meningkatkan pemahaman pelajar terhadap isu-isu global yang berkembang di dunia internasional," ujar Julian. (*)

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved