Cetak Talenta Digital Siap Kerja, Praktisi Kini Dilibatkan dalam Ruang Belajar di Sekolah
Program Tangsel Digital Academy hadirkan praktisi ke sekolah, cetak talenta digital siap kerja di era industri.
Ringkasan Berita:
- Tangsel Digital Academy melibatkan praktisi industri ke sekolah lewat program Expert Goes to School.
- Siswa dilatih intensif tiga minggu fokus pada pengembangan web.
- Kepala Diskominfo Tb. Asep Nurdin menegaskan pendekatan praktis ini penting agar lulusan memiliki kompetensi digital mumpuni dan siap kerja.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Upaya mencetak talenta digital yang siap terjun ke dunia industri terus diperkuat melalui pelibatan langsung para praktisi ke dalam ruang belajar di sekolah.
Langkah ini diharapkan mampu menjembatani kesenjangan antara teori akademik dengan kebutuhan nyata di dunia kerja.
Melalui kolaborasi lintas sektor, para praktisi industri kini hadir di lingkungan sekolah untuk memberikan penguatan kompetensi digital bagi para pelajar.
Baca juga: Kemenperin Percepat Cetak Talenta Digital Industri 4.0 Lewat Hackathon 2025
Kepala Diskominfo Tangsel, Tb. Asep Nurdin, menyampaikan bahwa kehadiran para tenaga ahli ini bertujuan untuk menghadirkan model pembelajaran yang lebih aplikatif dan relevan dengan perkembangan zaman.
"Kami ingin menghadirkan pembelajaran yang lebih aplikatif dengan melibatkan langsung para praktisi ke sekolah-sekolah," ujar Asep, Kamis (16/4/2026).
Program penguatan kompetensi ini dilakukan secara intensif dan berkelanjutan, bukan sekadar pelatihan singkat.
Peserta didik dijadwalkan mengikuti pelatihan selama tiga hari setiap minggu dalam kurun waktu tiga minggu.
Fokus utama materi pembelajaran diarahkan pada penguasaan teknologi informasi, khususnya pada penguatan dasar-dasar pengembangan situs web (website development).
Adapun, kegiatan ini merupakan program Tangsel Digital Academy dengan konsep ‘Expert Goes to School’.
Asep menekankan bahwa pendekatan praktis ini penting agar para siswa memiliki kemampuan (skill) yang mumpuni saat lulus nanti.
“Intinya, kami ingin betul-betul mencetak adik-adik semua agar memiliki kemampuan yang mumpuni, bukan sekadar datang sekilas," tegasnya.
Lebih lanjut, sinergi antara Diskominfo, Institut Teknologi Tangerang Selatan (ITTS), dan SMK Negeri 6 Tangerang Selatan dinilai menjadi kunci utama dalam menciptakan ekosistem pendidikan digital yang sehat.
Sebagai bentuk komitmen dalam pengembangan sumber daya manusia (SDM), pihak pemerintah daerah juga membuka peluang bagi para siswa yang memiliki standar kompetensi tinggi untuk dapat terlibat langsung dalam proyek-proyek di instansi pemerintah.
"Kalau ada yang memenuhi standar rekrutmen yang ada di tempat kami, ya akan kita rekrut," ucap Asep.
Melalui pola pembelajaran ini, diharapkan lahir generasi muda yang unggul dan adaptif dalam menghadapi transformasi digital, serta mampu memenuhi standar kebutuhan tenaga kerja di sektor teknologi informasi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Pelibatan-para-praktisi-di-ruang-belajar-siswa-dengan-konsep-Expert-Goes-to-School.jpg)