Rabu, 22 April 2026

Kurikulum Merdeka

Kunci Jawaban PAI dan Budi Pekerti Kelas 2 SD Halaman 246: Aktivitas Kelompok

Soal dan Kunci Jawaban PAI dan Budi Pekerti kelas 2 halaman 246, siswa diminta menjawab soal pada Aktivitas Kelompok tentang Dakwah Nabi Ibrahim a.s.

Tribun Jabar/GANI KURNIAWAN
SISWA SD - Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tangerang A Lutfi, meninjau pelaksanaan Ujian Nasional tingkat sekolah dasar di SD Negeri Tangerang 6 pada Senin (16/5/2016). PAI dan Budi Pekerti kelas 2 halaman 246 Kurikulum Merdeka, simak kunci jawabannya berikut ini. 

TRIBUNNEWS.COM – Buku Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Budi Pekerti siswa kelas 2 SD halaman 246 Bab 10 memiliki judul Asyiknya Belajar Kisah Ayah Para Nabi.

Pada materi PAI dan Budi Pekerti kelas 2 kali ini, siswa diminta menjawab soal Aktivitas Kelompok Bab 10.

Buku pelajaran PAI dan Budi Pekerti Kelas 2 Kurikulum Merdeka merupakan karangan A. Zainal Abidin dan Siti Kusrini, terbitan Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi tahun 2021.

Berikut Tribunnews menyajikan kunci jawaban buku PAI dan Budi Pekerti kelas 2 halaman 246: Aktivitas Kelompok tentang Dakwah Nabi Ibrahim a.s.

Baca juga: Kunci Jawaban LKS Bahasa Jawa Kelas 7 Halaman 8 Kurikulum Merdeka: Gladen Kabisan

Kunci Jawaban PAI dan Budi Pekerti Kelas 2 SD Halaman 246 Kurikulum Merdeka

Aktivitas Kelompok

Diskusikan bersama kelompok kalian,

Bagaimana dakwah Nabi Ibrahim a.s. kepada umatnya.

Carilah informasi dari berbagai sumber!

Baca juga: Kunci Jawaban Bahasa Inggris Kelas 9 Kurikulum Merdeka Halaman 237: Reading

Kunci Jawaban:

Nabi Ibrahim a.s. berdakwah dengan mengajak kaumnya untuk menyembah Allah Swt.

dan meninggalkan penyembahan berhala.

Kaumnya saat itu masih menyembah patung, bintang, bulan, dan matahari sebagai Tuhan.

Dalam berdakwah, Nabi Ibrahim menggunakan cara yang bijaksana, yaitu dengan berpikir logis dan memberikan penjelasan yang mudah dipahami.

Ia menunjukkan bahwa berhala tidak memiliki kekuatan, tidak bisa memberi manfaat, dan tidak dapat menolong manusia.

Dakwah Nabi Ibrahim juga dimulai dari keluarga terdekat, yaitu kepada ayahnya.

Ia mengajak ayahnya dengan lembut dan sopan agar meninggalkan penyembahan berhala.

Namun, ajakan tersebut ditolak bahkan mendapat ancaman.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved