Jumat, 1 Mei 2026

Perluas Akses Pendidikan, Kemendikdasmen Terapkan PJJ Jenjang SMA di 34 Provinsi

Kemendikdasmen perluas Program Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) jenjang SMA ke 34 provinsi pada 2026 untuk menjangkau 3.500 anak tidak sekolah (ATS).

Tayang:
Penulis: Lanny Latifah
Editor: Nuryanti
Dok/istimewa
PENDIDIKAN JARAK JAUH - Siswa sekolah di Jakarta kembali belajar via daring pada Senin (1/9/2025). Kemendikdasmen memperluas Program Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) jenjang SMA ke 34 provinsi pada 2026 untuk menjangkau 3.500 anak tidak sekolah (ATS) usia 16–18 tahun. 

Ringkasan Berita:
  • Kemendikdasmen memperluas Program Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) jenjang SMA ke 34 provinsi pada 2026 untuk menjangkau 3.500 anak tidak sekolah (ATS) usia 16–18 tahun.
  • Program ini menyasar wilayah 3T, daerah rawan bencana, serta anak pekerja migran, sebagai upaya pemerataan pendidikan yang inklusif dan berkeadilan.
  • Pelaksanaan PJJ melibatkan 21 sekolah induk dan 62 sekolah mitra yang didukung pembelajaran berbasis teknologi dan sistem pembelajaran jarak jauh.

 

TRIBUNNEWS.COM - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus memperluas implementasi Program Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) jenjang pendidikan menengah ke 34 provinsi pada tahun 2026.

Program ini menargetkan 3.500 anak tidak sekolah (ATS) agar dapat kembali mengakses pendidikan formal.

Langkah perluasan ini merupakan kelanjutan dari uji coba PJJ yang sebelumnya dilakukan pada 2025 untuk anak pekerja migran Indonesia di Malaysia.

Program tersebut menjadi salah satu strategi pemerintah dalam mewujudkan pendidikan yang bermutu, inklusif, dan berkeadilan.

Berdasarkan data Pusat Data dan Teknologi Informasi (Pusdatin) Kemendikdasmen, terdapat sekitar 1,13 juta anak tidak sekolah jenjang pendidikan menengah dari total sekitar 4 juta ATS di Indonesia, yang disebabkan oleh berbagai faktor sosial, ekonomi, dan geografis.

Fokus Wilayah Prioritas

Pelaksanaan PJJ diprioritaskan untuk daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), wilayah dengan angka ATS tinggi, daerah rawan bencana, serta Sekolah Indonesia Luar Negeri (SILN) yang memiliki banyak anak pekerja migran Indonesia.

Program ini menyasar kelompok usia 16–18 tahun yang belum mengakses pendidikan menengah.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menegaskan bahwa PJJ merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam memastikan seluruh anak Indonesia mendapatkan layanan pendidikan tanpa hambatan geografis, ekonomi, maupun sosial.

"Kita harus menekankan bahwa pendidikan tidak lagi dipandang hanya sebatas kegiatan formal di ruang kelas, melainkan sebagai proses pembelajaran yang dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat. Dengan paradigma tersebut kami ingin menjangkau yang mereka yang tidak terjangkau sehingga PJJ ini menjadi solusi nyata untuk menjawab tantangan pemerataan akses pendidikan," ungkap Abdul Mu’ti, dikutip dari puslapdik.kemendikdasmen.go.id, Jumat (2/5/2026). 

Pemanfaatan Teknologi Pendidikan

Baca juga: Sistem PJJ Diterapkan Bagi Mahasiswa Semester 5 ke Atas, Komisi X DPR Soroti Infrastruktur Digital

Abdul Mu’ti juga menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi digital dalam pelaksanaan PJJ.

Kemendikdasmen tengah mendorong pengembangan pembelajaran berbasis teknologi, termasuk rencana pembangunan studio pembelajaran yang memungkinkan guru terbaik mengajar secara real-time kepada peserta didik di berbagai daerah.

Namun demikian, ia mengakui masih terdapat tantangan dalam mengintegrasikan PJJ dengan konsep Pembelajaran Mendalam (Deep Learning), yang tidak hanya berfokus pada transfer pengetahuan, tetapi juga pada pengembangan aspek kognitif, mental, dan karakter peserta didik secara menyeluruh.

"Sekolah induk dan sekolah mitra terpilih memiliki peran penting bukan hanya sekadar menekan angka ATS, melainkan juga bagaimana membentuk karakter mereka dan mengembangkan kompetensi yang kuat. Semoga program ini menjadi langkah strategis dalam memperluas akses pendidikan berkualitas," pungkasnya.

Perluasan Sekolah Pelaksana PJJ

Pada tahun 2025, program PJJ jenjang pendidikan menengah telah melibatkan Sekolah Indonesia Kota Kinabalu (SIKK), Malaysia, serta SMAN 2 Padalarang, Jawa Barat sebagai sekolah induk.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved