Penerimaan Siswa Baru
Jadwal SPMB Jateng 2026 Dibuka 3 Juni 2026, Ini Cara Daftarnya
Jadwal SPMB Jateng 2026 akan dimulai dengan pembuatan akun pada 3–12 Juni 2026, pendaftaran secara online melalui laman spmb.jatengprov.go.id.
Ringkasan Berita:
- Jadwal SPMB Jateng 2026 akan dimulai dengan pembuatan akun pada 3–12 Juni 2026.
- Provinsi Jawa Tengah menghadirkan sistem pendaftaran SPMB Jateng 2026 secara online melalui laman spmb.jatengprov.go.id.
- Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memberikan bantuan pendidikan sebesar Rp2 juta per siswa per tahun dengan total daya tampung mencapai 5.004 kursi.
TRIBUNNEWS.COM - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melalui Dinas Pendidikan resmi bersiap membuka Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) SMA negeri dan SMK negeri tahun ajaran 2026/2027 yang akan dimulai pada 3 Juni 2026.
Pelaksanaan SPMB Jateng 2026 kembali dilakukan secara online dan serentak untuk seluruh jalur seleksi, sehingga calon peserta didik dan orang tua dapat mengakses proses pendaftaran dengan lebih mudah, cepat, dan transparan.
Informasi jadwal SPMB Jateng 2026 ini menjadi perhatian penting bagi lulusan SMP dan sederajat yang ingin melanjutkan pendidikan ke SMA Negeri maupun SMK Negeri di berbagai wilayah Jawa Tengah.
Pelaksana Tugas Sekretaris Dinas Pendidikan Jawa Tengah, Sunarto, menjelaskan bahwa tahapan SPMB Jateng 2026 dimulai dengan pembuatan akun pada 3–12 Juni 2026.
Kemudian pendaftaran/pemilihan sekolah SMA/SMK di SPMB Jateng 2026 pada 15-18 Juni 2026.
Selengkapnya simak jadwal SPMB Jateng 2026 berikut ini.
Jadwal SPMB Jateng 2026
Pembuatan Akun SPMB Jateng 2026: 3-12 Juni 2026
Aktivasi Akun SPMB Jateng 2026: 4-13 Juni 2026
Pendaftaran/Pemilihan Sekolah SPMB Jateng 2026: 15-18 Juni 2026
Pengumuman Hasil Seleksi SPMB Jateng 2026: 21 Juni 2026
Awal Tahun Ajaran Baru 2026/2027: 13 Juli 2026.
Baca juga: Cara Daftar Aplikasi SPMB Sumut Berkah 2026, Ortu dan Wali Wajib Tahu
“Kegiatan ini (SPMB SMAN/SMKN) tahun ini akan dibuka pada 3 Juni 2026,” kata Sunarto dikutip dari Pemprov Jateng, Jumat (15/5/2026).
Dalam pelaksanaannya, SPMB SMA Negeri Jawa Tengah 2026 dibagi menjadi empat jalur utama, yakni jalur domisili dengan kuota minimal 33 persen, jalur afirmasi minimal 32 persen, jalur prestasi minimal 30 persen, dan jalur mutasi maksimal 5 persen.
Sementara itu, SPMB SMK Negeri menggunakan tiga jenis seleksi, yaitu seleksi prestasi minimal 75 persen, seleksi afirmasi minimal 15 persen, dan seleksi domisili terdekat maksimal 10 persen.
Jalur domisili khusus juga diberlakukan untuk kecamatan yang belum memiliki SMA Negeri atau SMK Negeri, termasuk wilayah desa tempat berdirinya sekolah di atas tanah kas desa.
Untuk mendukung kelancaran proses pendaftaran, Dinas Pendidikan Jawa Tengah bekerja sama dengan Dinas Komunikasi, Informasi dan Digital (Komdigi) Provinsi Jawa Tengah menghadirkan sistem pendaftaran online melalui laman spmb.jatengprov.go.id.
Sunarto mengatakan pihaknya juga menyiapkan posko layanan SPMB mulai dari tingkat cabang dinas hingga sekolah guna membantu masyarakat selama proses berlangsung.
“Kami juga menyediakan dari tingkat paling bawah, hingga satuan pendidikan ada posko SPMB di semua cabang dinas yang ada 12 kegiatan SPMB. Begitu juga, di kantor Dinas Pendidikan Jawa Tengah, kita sediakan posko termasuk call center,” jelasnya.
Tahun ini, jumlah lulusan SMP/sederajat di Jawa Tengah diperkirakan mencapai 567.500 siswa, sedangkan total daya tampung SMA Negeri dan SMK Negeri hanya sekitar 231.399 kursi atau 40,77 persen.
Karena itu, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga memperluas akses pendidikan melalui Program Sekolah Kemitraan gratis bersama 139 sekolah swasta SMA dan SMK. Program afirmasi ini diperuntukkan bagi calon murid dari keluarga kurang mampu kategori Desil 1 hingga Desil 4 dalam DTSEN.
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memberikan bantuan pendidikan sebesar Rp2 juta per siswa per tahun dengan total daya tampung mencapai 5.004 kursi.
Selain itu, Dinas Pendidikan Jawa Tengah juga masih membuka pendaftaran untuk tiga SMK boarding yang berada di Semarang, Pati, dan Purbalingga, serta 15 SMK semi boarding di berbagai daerah di Jawa Tengah.
Program tersebut disiapkan untuk mencetak lulusan vokasi yang memiliki daya saing tinggi di dunia kerja.
“Kita ada 18 sekolah baik SMK boarding dan semi boarding, dengan kuota 759 kursi,” kata Sunarto.
(Tribunnews.com/Muhammad Alvian Fakka)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/siswa-baru-sman-3-semarang-belajar-daring-bersama-osis_20200714_135715.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.