Rabu, 27 Mei 2026

Akses Pendidikan Belum Merata, Yudi Latif Ingatkan Bahaya Elite Akademik

Yudi Latif menilai meritokrasi pendidikan tanpa pemerataan akses berisiko melahirkan elite baru dan memperlebar ketimpangan.

Tayang:
Penulis: Eko Sutriyanto
Editor: Endra Kurniawan
Dok.Tribunnews.com
PEMERATAAN PENDIIDKAN - Cendekiawan Yudi Latif menilai meritokrasi bisa melanggengkan diskriminasi jika akses pendidikan dan kualitas sekolah tidak merata. Ia menyoroti dominasi wilayah Indonesia Barat dalam pendidikan dan beasiswa akibat kesenjangan fasilitas serta mutu guru. 

Yudi juga menyinggung kritik terbaru terhadap meritokrasi yang disampaikan profesor Daniel Markovits melalui bukunya The Meritocracy Trap. Dalam buku tersebut, meritokrasi dinilai telah berkembang menjadi ancaman sosial karena melahirkan elite pendidikan yang sulit dijangkau kelompok masyarakat bawah.

Baca juga: Reformasi dan Krisis Integritas Pendidikan

“Institusi-institusi pendidikan elite itu kemudian menjadi tempat reproduksi kelompok elit baru,” ujar Yudi.

Selain ketimpangan geografis, Yudi juga mengkritik pendekatan pendidikan berbasis kelas sosial yang cenderung menempatkan masyarakat miskin dalam kelompok sekolah berkualitas rendah.

Menurutnya, negara seharusnya membuka akses yang setara terhadap sekolah publik berkualitas bagi seluruh masyarakat.

Karena itu, ia mendorong pemerintah untuk memikirkan ulang pemerataan kualitas pendidikan, distribusi guru, dan kesempatan belajar agar keadilan pendidikan benar-benar dapat dirasakan seluruh anak bangsa. (*)

Sesuai Minatmu
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved