Akses Pendidikan Belum Merata, Yudi Latif Ingatkan Bahaya Elite Akademik
Yudi Latif menilai meritokrasi pendidikan tanpa pemerataan akses berisiko melahirkan elite baru dan memperlebar ketimpangan.
Yudi juga menyinggung kritik terbaru terhadap meritokrasi yang disampaikan profesor Daniel Markovits melalui bukunya The Meritocracy Trap. Dalam buku tersebut, meritokrasi dinilai telah berkembang menjadi ancaman sosial karena melahirkan elite pendidikan yang sulit dijangkau kelompok masyarakat bawah.
Baca juga: Reformasi dan Krisis Integritas Pendidikan
“Institusi-institusi pendidikan elite itu kemudian menjadi tempat reproduksi kelompok elit baru,” ujar Yudi.
Selain ketimpangan geografis, Yudi juga mengkritik pendekatan pendidikan berbasis kelas sosial yang cenderung menempatkan masyarakat miskin dalam kelompok sekolah berkualitas rendah.
Menurutnya, negara seharusnya membuka akses yang setara terhadap sekolah publik berkualitas bagi seluruh masyarakat.
Karena itu, ia mendorong pemerintah untuk memikirkan ulang pemerataan kualitas pendidikan, distribusi guru, dan kesempatan belajar agar keadilan pendidikan benar-benar dapat dirasakan seluruh anak bangsa. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Akses-Pendidikan-Tak-Merata-Yudi-Latif-Ingatkan-Bahaya-Elite-Akademik.jpg)