Penerimaan Siswa Baru
Tahap Pemetaan SPMB Jabar 2026 Dimulai Hari Ini, Cek Mekanisme dan Peluang Lolos Sekolah Tujuan
Pelaksanaan SPMB Jabar 2026 memasuki tahapan baru yang disebut Tahap Pemetaan yang berlangsung mulai 29 Mei hingga 8 Juni 2026.
Ringkasan Berita:
- Tahap Pemetaan SPMB Jabar 2026 berlangsung pada 29 Mei–8 Juni 2026 untuk memetakan peluang calon murid diterima di SMA, SMK, atau MA sebelum pendaftaran Tahap 1 dan Tahap 2.
- Penilaian pemetaan dilakukan berdasarkan nilai rapor, domisili, prestasi, jalur pendaftaran, dan kuota sekolah, dengan hasil diumumkan pada 12 Juni 2026.
- Calon murid yang lolos dapat menerima atau menolak hasil pemetaan, sementara yang belum lolos akan mendapatkan rekomendasi sekolah lain yang masih memiliki kuota tersedia.
TRIBUNNEWS.COM - Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Jawa Barat 2026 merupakan mekanisme resmi penerimaan peserta didik baru untuk jenjang SMA, SMK, dan MA yang ditujukan bagi lulusan SMP dan MTs di seluruh wilayah Jawa Barat.
Program ini menjadi pintu masuk bagi ratusan ribu calon murid yang akan melanjutkan pendidikan ke jenjang menengah pada tahun ajaran 2026/2027.
Memasuki akhir Mei 2026, pelaksanaan SPMB Jabar memasuki tahapan baru yang disebut Tahap Pemetaan.
Tahap ini berlangsung mulai 29 Mei hingga 8 Juni 2026 dan menjadi proses awal yang wajib diikuti calon murid sebelum memasuki pendaftaran reguler Tahap 1 maupun Tahap 2.
Tahap pemetaan merupakan sistem yang dirancang untuk menganalisis peluang calon murid diterima di sekolah tujuan berdasarkan sejumlah indikator yang telah ditetapkan.
Melalui proses ini, sistem akan memadukan data nilai rapor, jarak domisili, prestasi, jalur pendaftaran yang dipilih, serta ketersediaan kuota di sekolah tujuan.
Hasilnya, siswa dapat memperoleh gambaran lebih awal mengenai peluang diterima di sekolah yang dipilih sekaligus mendapatkan rekomendasi sekolah lain apabila peluang diterima dinilai rendah.
Kehadiran tahap pemetaan menjadi salah satu inovasi dalam pelaksanaan SPMB Jabar 2026.
Selain membantu siswa menentukan pilihan sekolah secara lebih realistis, sistem ini juga diharapkan mampu memperbaiki distribusi peserta didik, mengurangi penumpukan pendaftar di sekolah tertentu, serta memastikan seluruh lulusan SMP dan MTs memperoleh kesempatan melanjutkan pendidikan.
Dinas Pendidikan Jawa Barat menegaskan bahwa proses pemetaan minat siswa untuk SPMB reguler dimulai pada 29 Mei 2026.
Sebelumnya, tahapan serupa telah lebih dahulu diterapkan untuk SPMB Sekolah Manusia Unggul (Maung) sejak 25 Mei 2026.
Baca juga: Daftar SMA SMK Maung SPMB Jabar 2026, Apa Bedanya dengan SPMB Reguler?
Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat, Purwanto, menyatakan bahwa seluruh proses peminatan diharapkan dapat diikuti oleh seluruh calon murid di setiap kabupaten dan kota di Jawa Barat melalui akun digital yang telah dibagikan sebelumnya.
“Target kita, penginputan peminatan yang akan berlangsung dari tanggal 25 Mei untuk Sekolah Maung dan 29 Mei untuk sekolah reguler itu semuanya sudah bisa diinput oleh anak-anak kita di tiap kabupaten/kota,” jelas Purwanto, dikutip dari https://disdik.jabarprov.go.id/.
Pemerintah Provinsi Jawa Barat menargetkan seluruh lulusan SMP dan MTs dapat terdata untuk melanjutkan pendidikan ke SMA, SMK, maupun MA, baik negeri maupun swasta, sebelum pertengahan Juni 2026.
Berdasarkan data Disdik Jabar, jumlah lulusan SMP dan MTs tahun ini mencapai sekitar 826.996 siswa.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Suasana-TKA-Siswa-SMA-di-Belitung_2.jpg)