Minggu, 31 Agustus 2025

Harga Beras

Stok Beras RI Tertinggi Sepanjang Sejarah tapi di Pasaran Mahal, Mentan Sebut Ada Penyimpangan

Data terakhir Perum Bulog mencatat bahwa total Cadangan Beras Pemerintah (CBP) di gudang Bulog mencapai 3.913.177,71 ton.

Diaz/Tribunnews
HARGA BERAS - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman ketika menymbangi salah satu booth di acara Gerakan Pangan Murah (GPM) di kantor Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan, Sabtu (30/8/2025). Ia mengakui bahwa saat ini sedang terjadi anomali dalam perberasan nasional. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengakui bahwa saat ini sedang terjadi anomali dalam perberasan nasional.

Stok beras nasional saat ini berada pada level tertinggi sepanjang sejarah, tetapi harga beras di pasaran justru tetap tinggi.

Data terakhir Perum Bulog mencatat bahwa total Cadangan Beras Pemerintah (CBP) di gudang Bulog mencapai 3.913.177,71 ton.

Baca juga: Ada Beras Murah Dijual di Kementerian Pertanian, Harganya Rp 60 Ribu Kemasan 5 Kg

Sementara itu, harga beras di Indonesia justru tengah mengalami kenaikan. 

Berdasarkan data SP2KP Kementerian Perdagangan, selama 29 Mei-29 Agustus, harga beras medium naik 3,45 persen ke Rp 15 ribu per kg dan beras premium naik 2,44 persen ke Rp 16.800 per kg. 

"Kita sepakat bahwa ada anomali. Ada anomali (penyimpangan) pasar, ada distorsi," kata Amran saat membuka acara Gerakan Pangan Murah (GPM) di kantor Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan, Sabtu (30/8/2025).

Anomali adalah istilah umum yang merujuk kepada keadaan penyimpangan atau keanehan yang terjadi atau dengan kata lain tidak seperti biasanya.

Ia mencontohkan bahwa anomali serupa pernah terjadi sebelumnya, yaitu pada komoditas minyak goreng.

Sekitar tiga hingga empat tahun lalu, Indonesia yang merupakan produsen minyak kelapa sawit (Crude Palm Oil/CPO) terbesar di dunia sempat mengalami kelangkaan minyak goreng.

"Kita produsen CPO terbesar dunia, kita produsen minyak goreng terbesar dunia, tetapi pernah terjadi di negeri kita minyak goreng langka," ujar Amran.

Anomali harga juga terjadi pada komoditas lain seperti ayam dan bawang merah.

Menurut Amran, meski ayam dan bawang merah hasil produksi nasional sudah bisa diekspor, harga di pasar domestik masih sering tinggi.

Anomali-anomali ini lah yang menurut Amran sedang ditangani oleh pemerintah, di mana mereka sedang membangun ekosistem pangan yang lebih baik lagi.

Penanganan anomali pada beras bisa terlihat dari upaya yang saat ini sedang dilakukan pemerintah, yaitu penggelontoran 1,3 juta ton beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) ke masyarakat selama Juli-Desember 2025.

Penyaluran dilakukan Perum Bulog setiap hari melalui tujuh saluran.

Ada pengecer di pasar rakyat, koperasi desa/kelurahan Merah Putih, serta outlet pangan binaan pemerintah daerah dan Gerakan Pangan Murah (GPM).

Lalu, ada melalui outlet BUMN, koperasi instansi pemerintah, Rumah Pangan Kita (RPK) BULOG, serta swalayan/toko modern.

 

Berita Terkait

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan