Jumat, 29 Agustus 2025

Demo Buruh

IM57+ Institute Tuntut Kapolri dan Presiden Bertanggung Jawab atas Kematian Ojol Affan Kurniawan

Affan meninggal dunia setelah terlindas kendaraan taktis (rantis) Baraccuda Brimob saat unjuk rasa di kawasan Pejompongan, Jakarta.

Kolase Tribunnews
RANTIS BRIMOB LINDAS DRIVER OJOL - Detik-detik saat kendaraan taktis (rantis) Polda Metro Jaya melinfas seorang pengemudi ojek online yang sedang melintas menyeberang jalan saat terjadi pecah bentrok pasukan Brimob dan massa pendemo di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat, Kamis malam, 28 Agustus 2025. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTAIM57+ Institute menuntut pertanggungjawaban pidana hingga ke level Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) dan Presiden atas tewasnya seorang pengemudi ojek online (ojol) bernama Affan Kurniawan

IM57+ Institute (singkatan dari Indonesia Memanggil 57 Plus Institute) adalah organisasi gerakan antikorupsi yang dibentuk oleh para mantan pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang diberhentikan pada 30 September 2021 karena tidak lolos Tes Wawasan Kebangsaan (TWK)

Affan meninggal dunia setelah terlindas kendaraan taktis (rantis) Baraccuda Brimob saat unjuk rasa di kawasan Pejompongan, Jakarta, pada Kamis (28/8/2025) malam.

Ketua IM57+ Institute, Lakso Anindito, menyatakan bahwa tindakan aparat yang menyebabkan hilangnya nyawa warga sipil tidak bisa dianggap sebatas kecelakaan, melainkan tindakan brutal yang harus diproses secara pidana.

"Kami mengecam dan menuntut adanya proses penegakan hukum dan bukan hanya etik kepada aparat Kepolisian yang melakukan kekerasan," ujar Lakso dalam keterangan resminya, Jumat (29/8/2025). 

"Pada video secara jelas menunjukkan adanya upaya yang menyalahi prosedur dan bahkan sudah diperingatkan oleh massa tapi tetap dilanjutkan. Aparat yang terlibat harus diproses secara pidana karena tindakan ini merupakan kriminal," imbuhnya.

IM57+ Institute, memandang insiden ini sebagai ancaman serius bagi iklim demokrasi dan pemberantasan korupsi di Indonesia.

Menurut Lakso, yang juga merupakan mantan penyidik KPK, penanganan brutal terhadap demonstran akan memukul mundur kebebasan berpendapat yang menjadi esensi dari demokrasi. 

Oleh karena itu, pertanggungjawaban harus dilakukan secara jelas hingga ke tingkat pimpinan tertinggi.

"Tindakan penanganan dengan brutal ini berbahaya bagi iklim demokrasi dan anti-korupsi sehingga pertanggungjawaban harus dilakukan secara jelas, termasuk pada level Kepala Kepolisian Republik Indonesia dan Presiden Republik Indonesia," tegasnya.

Kronologi dan Respons Pihak Berwenang

Affan Kurniawan (21) menjadi korban tewas dalam aksi unjuk rasa yang berujung ricuh pada Kamis malam. 

Berdasarkan video yang beredar luas, korban terlindas rantis Baraccuda Brimob saat aparat berusaha membubarkan massa. 

Korban sempat dilarikan ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), namun nyawanya tidak tertolong.

Jenazah Affan dimakamkan di TPU Karet Bivak, Jakarta Pusat, pada Jumat (29/8/2025) pagi, diiringi oleh rekan-rekannya sesama pengemudi ojek online.

Halaman
12
Berita Terkait

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan