Sabtu, 23 Mei 2026

Pertamina Dukung Kemandirian Energi dan Pelestarian Lingkungan Lewat Program Perhutanan Sosial

Pertamina dorong pelestarian hutan dan kemandirian energi desa lewat program perhutanan sosial berbasis masyarakat.

Tayang:
Editor: Content Writer
Istimewa
PROGRAM PERHUTANAN SOSIAL - Komisaris Utama Pertamina Mochamad Iriawan dalam Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Pilar Lingkungan, salah satunya adalah program perhutanan sosial. Program ini menjadi komitmen Pertamina dalam mewujudkan kemandirian energi bagi masyarakat yang berkelanjutan. 

TRIBUNNEWS.COM - Terus berkomitmen dalam mewujudkan kemandirian energi bagi masyarakat yang berkelanjutan, PT Pertamina (Persero) mewujudkannya melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Pilar lingkungan, diantaranya adalah program perhutanan sosial. 

Untuk diketahui, program perhutanan sosial telah dikembangkan sejak 2023 oleh Kelompok Tani Hutan (KTH) Bina Lestari bersama dengan Pertamina. Program ini berhasil menjadi contoh nyata hutan untuk menjadi sumber kehidupan. Tidak hanya secara ekologis, tetapi juga sosial dan ekonomi. 

Komisaris Utama Pertamina Mochamad Iriawan mengatakan, kegiatan ini merupakan contoh nyata bagaimana Pertamina bisa berkontribusi dalam menjaga hutan sekaligus meningkatkan kesejahteraan warga. 

“Program ini patut menjadi model percontohan,” ujar Iriawan dalam keterangan persnya, Selasa (8/7/2025). 

Program ini berdiri di atas pilar utama ekologi, ekonomi, dan pendidikan, serta ketiganya ini berjalan beriringan. Di area seluas 96 hektar, lebih dari 30 ribu pohon telah ditanam, satu mata air yang sempat mengering kini kembali mengalir dan hutan yang dulunya rusak kini menjadi tempat belajar dan berdaya. 

Salah satu tokoh penggerak (local hero) adalah Burhanudin. Ia bersama warga lainnya mengembangkan produk olahan hasil hutan seperti minyak kelapa, briket dan kripik pisang. 

Tak hanya itu, mereka juga menggelar pelatihan, membuka jalur eduwisata, hingga membangun rumah produksi yang menggunakan energi terbarukan.

Baca juga: Pertamina Peduli Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir di Mataram

Dengan bantuan Pertamina, fasilitas ini dilengkapi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 6,6 kWp dan baterai 20 kWh, cukup untuk menghemat biaya listrik hingga Rp14 juta per tahun dan mengurangi emisi karbon sebesar 8,59 Ton Co2eq. 

Corporate Secretary PT Pertamina (Persero) Arya Dwi Paramita mengatakan, program ini merupakan bagian komitmen perusahaan untuk menghadirkan solusi berbasis masyarakat.

“Kami ingin mewujudkan transisi Energi yang inklusif, salah satunya melalui pelestarian hutan berbasis kearifan lokal. Program ini membuktikan keberlanjutan bisa dimulai dari desa, oleh masyarakat sendiri,” jelas Arya. 

Selain itu, lanjut Arya, sebanyak 60 orang kini mempunyai pekerjaan dan memiliki keahlian melalui pelatihan pengolahan. Setiap tahun, lebih dari 800 wisatawan baik domestik maupun mancanegara berkunjung ke desa ini, sehingga meningkatkan taraf ekonomi masyarakat. 

“Melalui ekosistem kemandirian masyarakat yang dibangun Pertamina bersama pemangku kepentingan dan masyarakat lokal, diharapkan kemandirian energi tingkat desa dapat terus berkembang memenuhi kebutuhan masyarakat,” ujar Arya.

Sementara itu, Vice President Corporate Communication Pertamina Fadjar Djoko Santoso menambahkan, Pertamina terus membangun kemandirian energi masyarakat berbasis energi bersih untuk mendukung target swasembada energi berbasis desa sebagaimana dicanangkan Asta cita pemerintahan Presiden Prabowo. 

“Dengan dukungan Pertamina, masyarakat sekitar hutan telah menanam 30 ribu bibit pohon produktif seluas 96 Hektar yang memberikan kontribusi ekonomi. Masyarakat lokal pun mendapat nilai ekonomi dari penjualan produk turunan hasil hutan dan juga eduwisata,” pungkas Fadjar. 

Baca juga: Pertamina Kembali Gelar PGTC 2025, Ajak Mahasiswa Berinovasi Soal Keberlanjutan

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved