Breaking News:

Pilkada Serentak 2020

Megawati Peringatkan Cakada PDIP Tidak Tebar Uang Demi Raih Kemenangan

untuk meraih kemenangan diperlukan langkah turun langsung ke masyarakat untuk menyerap seluruh aspirasinya.

Tribunnews.com/Seno Tri Sulistiyono
Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri saat pengumuman 75 pasangan calon kepala daerah yang diusung PDIP secara virtual, Jakarta, Selasa (11/8/2020) 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri meminta seluruh pasangan calon kepala daerah yang diusung PDIP tidak melakukan politik uang dalam meraih kemenangan pada Pilkada Serentak 2020.

Menurut Megawati, untuk meraih kemenangan diperlukan langkah turun langsung ke masyarakat untuk menyerap seluruh aspirasinya.

"Perlu nanti turun ke bawah. Menurut saya tidak ada cara, oh tebar uang, tebar uang," kata Megawati saat pengumuman pasangan calon kepala daerah yang diusung PDIP secara virtual, Jakarta, Selasa (11/8/2020).

Menurut Megawati, rakyat tidak bodoh dan setiap harinya makin pintar dalam menentukan calon pemimpinnya dalam lima tahun ke depan. 

Baca: Megawati: Ada yang Katakan Saya Wanita Besi

"Yang tidak bisa dia lakukan adalah mengeluarkan aspirasi. Dan itulah hakikatnya yang harus ditemukan pemimpin, aspirasi rakyat itu bagaimana, kehendaknya bagaimana, untuk bisa dilaksanakan atau tidak, cocok atau tidak," papar Megawati. 

Megawati pun menyampaikan kepada pasangan calon kepala daerah dapat menunjukkan diri sebagai pemimpin yang tepat di masa krisis pandemi Covid-19. 

Ia menyebut, masyarakat saat ini butuh sosok pemimpin daerah yang memiliki semangat bertarung, tidak mudah menyerah di dalam menghadapi ujian dan tantangan ke depan. 

"Bagaimana yang namanya menantang Covid-19 ini, supaya rakyat ini punya panduan, arahan, rakyat perlu pengayoman? Kalian lah yang memutuskan baik tidaknya daerah kalian itu," ucapnya. 

Di sisi lain, Megawati juga berpesan para kepala daerah untuk membangun kemandirian pangan di wilayahnya masing-masing. 

Dia menyontohkan program menanam 10 tanaman makanan pendamping beras. 

"Kalau sekiranya terjadi resesi, kita sih tidak berharap ya, tapi salah satu untuk menahan itu apa? Kebutuhan pangan itu terjamin, rakyat kita tidak kelaparan," ujarnya.

"Kalau sudah swasembada, mengapa harus impor, ini sebuah perjuangan yang saya lakukan sejak saya ada di DPR. Coba bayangkan, untuk apa impor? Hanya menguntungkan sebagian orang saja. Kalau bisa swasembada, artinya siapa yang nanti diuntungkan, ya petani sendiri," sambungnya.
 

Penulis: Seno Tri Sulistiyono
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved