Breaking News:

Pilkada Serentak 2020

Dikhawatirkan Jadi Klaster Covid-19, Paslon Golkar agar Antisipasi Tahapan Pilkada Serentak 2020

Tahapan ini diprediksi juga terjadi akan ledakan Covid-19, karena adanya potensi pengumpulan massa.

Chaerul Umam
Ketua Komisi II DPR RI Ahmad Doli Kurnia Tandjung 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia Tandjung mengimbau semua pasangan calon Golkar mengantisipasi tahapan Pilkada Serentak 2020, karena dikhawatirkan bisa menjadi klaster penyebaran virus corona (Covid-19).

Hal ini diungkapkan Doli dalam rapat virtual Golkar yang dihadiri 34 DPD 1 dan 270 DPD kab/kota yang akan mengikuti Pilkada.

Dalam kondisi di tengah pandemi, Doli mengatakan memang sempat muncul keraguan akan adanya klaster-klaster baru yang timbul karena proses dan pentahapan pilkada. Hanya saja prediksi itu sementara ini tidak terbukti.

"Awalnya tahapan pencocokan dan penelitian (Coklit) 15 Juli - 13 Agustus 2020 dikhawatirkan akan menjadi sumber ledakan penularan Covid 19. Namun prediksi tersebut tidak terjadi," ujar Doli, kepada wartawan, Selasa (15/9/2020).

Begitu pula pada tahapan krusial berikutnya, yakni pendaftaran pasangan calon pada 4-6 September 2020 yang berlangsung pekan lalu.

Baca: Banyak Paslon Abai Protokol Kesehatan, PAN : Pilkada Serentak 2020 Berpotensi Lahirkan Klaster Baru

Tahapan ini diprediksi juga terjadi akan ledakan Covid-19, karena adanya potensi pengumpulan massa.

Namun tahapan ini juga belum menunjukkan tanda-tanda adanya cluster baru Pilkada.

"Kita masih harus menunggu sampai 14 hari berlalu, yang memang tinggal beberapa hari lagi dari saat ini. Jika masa itu berlalu dengan aman, artinya kita tinggal mengantisipasi tahapan berikutnya," kata dia.

Ketua Komisi II DPR RI itu mengatakan dari 270 daerah yang menggelar Pilkada tahun ini, terdapat 25 daerah yang mengusung calon tunggal dalam pemilihannya, dari sebelumnya yang berjumlah 28 daerah.

KPU sendiri membuka pendaftaran kembali 11-13 September khusus untuk daerah tersebut agar menghindari gugatan Mahkamah Konstitusi dì kemudian hari.

Halaman
12
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved