Breaking News:

Pilkada Serentak 2020

PAN Fenomena Paslon Tunggal di Pilkada 2020 Harus Jadi Evaluasi Semua Parpol Perkuat Kaderisasi

Eddy mengingatkan harus dipahami juga bahwa partai politik mempunyai pertimbangan rasional dan terukur

Priyombodo
Ilustrasi 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Vincentius Jyestha

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sekretaris Jenderal Partai Amanat Nasional (PAN) Eddy Soeparno angkat bicara mengenai fenomena banyaknya pasangan calon (paslon) tunggal atau yang akan melawan kotak kosong dalam Pilkada Serentak 2020 mendatang.

Eddy mengatakan fenomena tersebut harus dijadikan evaluasi bagi semua partai politik untuk memperkuat struktur hingga sistem kaderisasi di internalnya masing-masing.

"Tentu fenomena calon tunggal dalam Pilkada ini adalah evaluasi bagi semua partai politik untuk memperkuat struktur, jaringan dan kaderisasinya," ujar Eddy, ketika dihubungi Tribunnews.com, Selasa (15/9/2020).

Baca: PAN: Paslon Tunggal di Pilkada Telah Tutup Ruang Kompetisi dan Kontestasi

Namun di sisi lain, Eddy mengingatkan harus dipahami juga bahwa partai politik mempunyai pertimbangan rasional dan terukur dalam menentukan calon kepala daerah yang diusung.

"Tak ada partai yang mau mengusung calon yang potensi menangnya sangat kecil. Bahwa sekarang banyak yang menduga ada upaya membajak demokrasi melalui Paslon tunggal, PAN siap terlibat untuk melakukan evaluasi terhadap aturan yang ada," kata dia.

Menurutnya PAN selalu terbuka untuk mencari jalan keluar agar demokrasi di Tanah Air bisa dilaksanakan secara kompetitif, setara dan adil.

Baca: Di Pilkada 2020, Partai Gelora Dukung Anak dan Menantu Jokowi

Sehingga apabila ada usulan menurunkan syarat dukungan partai untuk calon maupun mempermudah pasangan calon independen, Eddy mengaku PAN sangat terbuka untuk membahas perbaikan sistem politik ke depan.

Hanya saja, dia melihat sebenarnya dalam aturan Pilkada, fenomena paslon tunggal dalam Pilkada sudah dicegah dengan serangkaian mekanisme.

"Seperti mengizinkan calon independen dan membuka perpanjangan waktu pendaftaran pasangan calon. Dengan kata lain, aturan tak menginginkan itu terjadi walaupun memang membolehkan," jelasnya.

Halaman
1234
Penulis: Vincentius Jyestha Candraditya
Editor: Hendra Gunawan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved