Pilpres 2019

Kepsek SMAN 87 Dengar Pengakuan Murid soal Guru N Diduga Sebarkan Pesan Anti-Jokowi

"Ada beberapa murid yang saya ambil sampel, tidak semua, namun ada murid yang menyatakan beliau suka berpolitik," katanya

Kepsek SMAN 87 Dengar Pengakuan Murid soal Guru N Diduga Sebarkan Pesan Anti-Jokowi
TribunJakarta.com/Jaisy Rahman Tohir
Kepala Sekolah SMAN 87, Patra Patiah 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kepala Sekolah SMA Negeri 87 Jakarta, Patra Patiah, memberikan penjelasan terkait kabar guru agama SMA diduga menyebarkan pesan anti-Jokowi di hadapan murid.

Patra menjelaskan hal itu berawal pada Kamis (4/10/2018), ada yang mengirimkan sms dari nomor tak dikenal kepadanya, tentang pengaduan kepada guru yang dalam pengajaran dikatakan menyimpang.

Baca: Bawaslu Selidiki Kasus Dugaan Ujaran Kebencian terhadap Jokowi di SMAN 87 Jakarta

Patra baru menjawab setelah SMS ke tiga, karena harus menafsirkan pesan itu secara seksama. Ia membalas kepada nomor yang mengadukan akan menindaklanjuti laporan tersebut pada Senin (8/10/2018).

Patra pun membentuk tim yang terdiri dari para wakil kepala sekolah untuk menginvestigasi masalah tersebut.

"Tolong selidiki pengaduan ini kebenarannya. Ambil sampel beberapa siswa yang diajarkan guru yang bersangkutan," ujarnya di depan ruangannya di Jalan Mawar Bintaro II, Pesanggrahan, Jakarta Selatan, Rabu (10/10/2018).

"Ada beberapa murid yang saya ambil sampel, tidak semua, namun ada murid yang menyatakan beliau suka berpolitik. Nah berpolitik ini saya tidak paham, karena saya tidak pernah masuk ketika dia mengajar," tambahnya.

Patra pun memanggil guru yang bersangkutan setelah mendapat data pendukung dari hasil
keterangan sampel para pelajar.

Ia menegaskan kepada guru agama itu, bahwa sekolah bukanlah tempat untuk menyampaikan pendapat tentang pilihan politik dan mengajak para muridnya.

Baca: Kata JPRR soal Oknum Guru SMAN 87 yang Doktrin Murid untuk Benci Jokowi

"Saya sampaikan bahwa ibu salah dalam hal ini, dan beliau menerima, beliau meminta maaf kepada saya, kemudian menyatakan tidak akan mengulangi lagi," jelasnya.

Ia pun mengaku sudah melaporkan peristiwa teraebut hingga ke Dinas Pendidikan untuk tindaklanjutnya.

Penulis: Jaisy Rahman Tohir

Editor: Imanuel Nicolas Manafe
Sumber: TribunJakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved