Pilpres 2019

TKN Jokowi-Ma'ruf Menjemput Suara hingga Philadelphia

Dalam pertemuan di area McKean, South Philly, tersebut, masyarakat Indonesia mengungkapkan kekhawatirannya menyalurkan suara dalam pilpres kali ini.

TKN Jokowi-Ma'ruf Menjemput Suara hingga Philadelphia
Ist
Perjalanan Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf untuk menjemput suara berlanjut ke Philadelphia, Amerika Serikat, 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Perjalanan Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf untuk menjemput suara berlanjut ke Philadelphia, Amerika Serikat, Minggu (10/2/2019) waktu setempat.

Sekitar 4.000 orang Indonesia di negara bagian tersebut disambangi rombongan TKN yang dipimpin Mantan Menteri Perdagangan Indonesia, Muhammad Lutfi.

Dalam pertemuan di area McKean, South Philly, tersebut, masyarakat Indonesia mengungkapkan kekhawatirannya menyalurkan suara dalam pilpres kali ini.

“Tolong yakinkan kami, apakah keamanan kami akan terganggu bila memilih Pak Jokowi? Karena kami merasakan ancaman, kami takut nyoblos, Pak,” ungkap Aldo Siahaan, warga Indonesia yang telah lama menetap di Philadelphia.

Menanggapi pertanyaan tersebut Muhammad Lutfi menjabarkan secara singkat sejarah penindakan keamanan di Indonesia di masa lalu yang menyebabkan banyak etnis Tionghoa lari dari Indonesia pada tahun 1998 juga bagaimana situasi pengamanan di Indonesia saat ini.

Baca: PSI: Tak Boleh Ada Penutupan Paksa Rumah Ibadah

"Salah satu misi Nawacita dari pasangan calon nomor urut 01 ialah perlindungan bagi segenap bangsa dan memberikan rasa aman pada seluruh warga," ungkap Muhammad Lutfi.

Wakil Direktur Penggalangan Perempuan TKN Jokowi-Ma'ruf, Lathifa Al Anshori menambahkan bahwa dalam strategi ‘Firehose of Falsehood’ atau ‘Selang Air Comberan’ yang digunakan oleh lawan politik Joko Widodo ini, segmen minoritas juga diganggu secara tidak sadar.

“Pemilu kali ini perang psikologi. Jadi tanpa disadari, sudah sejak lama Bapak dan Ibu dijejali informasi-informasi yang mampu melahirkan ketakutan tersebut," ungkap Lathifa Al Anshori.

Menurut survey yang dirilis Denny JA, persentase pemilih Jokowi-KH. Ma’ruf Amin dari segmen minoritas mencapai 86,5%.

 “Karena jumlah pendukung yang tinggi di segmen ini, maka lawan politik sengaja ingin membuat Bapak-Ibu merasa terancam hingga tak ingin ke TPS supaya suara Pak Jokowi berkurang,” pungkasnya.

Baca: Wasekjen PPP Minta Fadli Zon Tak Berkeras Hati, Agar Minta Maaf Soal Puisi Doa yang Ditukar

Sementara, keikut sertaan aktris legendaris Christine Hakim membuat masyarakat Indonesia di Philadelphia histeris dan bersuka cita.

Agenda pertemuan yang berlangsung di hari minggu ini ditutup dengan menyanyikan lagu “Tanah Airku” dan “Indonesia Pusaka” yang menimbulkan haru di antara diaspora Indonesia di Amerika Serikat.

Penulis: Fransiskus Adhiyuda Prasetia
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved