Pilpres 2019

Wasekjen PPP Minta Fadli Zon Tak Berkeras Hati, Agar Minta Maaf Soal Puisi 'Doa yang Ditukar'

Puisi Fadli Zon diprotes sejumlah organisasi masyarakat Islam dan santri karena dinilai menghina ulama, khususnya KH Maimoen Zubair.

Wasekjen PPP Minta Fadli Zon Tak Berkeras Hati, Agar Minta Maaf Soal Puisi 'Doa yang Ditukar'
Tribunnews.com/Fitri Wulandari
Wakil Sekjen DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP) sekaligus anggota Komisi II DPR RI Achmad Baidowi, saat ditemui usai diskusi yang digelar di kawasan Gondangdia, Jakarta Pusat, Minggu (11/2/2018) 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Wakil Sekretaris Jendral Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Achmad Baidowi menyayangkan sikap Wakil Ketua DPR Fadli Zon enggan meminta maaf atas puisi berjudul 'Doa yang Ditukar' yang mendapatkan protes sejumlah pihak.

Puisi Fadli Zon diprotes sejumlah organisasi masyarakat Islam dan santri karena dinilai menghina ulama, khususnya KH Maimoen Zubair.

Menurut anggota Komisi II DPR, Fadli Zon cukup meminta maaf sebagai sikap menghormati ulama KH Maimoen Zubair.

"Ini soal hati. Kalau sekeras batu ya susah untuk legowo dan akan selalu menganggap dirinya paling benar. Padahal kalau menghormati ulama ya cukup minta maaf. Lha ini tidak, malah mencari pembenaran," ujar Achmad Baidowi kepada Tribunnews.com, Selasa (12/2/2019).

Para santri dan organisasi masyarakat Islam kata dia, memprotes sikap politikus Gerindra itu yang malah kesalahan ucap seorang Kyai sepuh dibuatkan dalam puisi politik.

"Adat kami di kalangan santri tidak begitu. Yang ini malah kesalahan ucap seorang kyai sepuh pun dibuatin puisi politik," jelas Achmad Baidowi.

Baca: Capres Yang Menang Pilpres, Yang Berhasil Dapatkan Dukungan Komunitas Alumni

Padahal kalau tahu adat santri, imbuh dia, untuk mmbicarakan kesalahan Kyai itu adabnya bukan malah dibuatkan puisi mainan politik.

"Apalagi Mbah Moen sudah menjelaskan bahwa karena faktor usia beliau ada yang terlupakan," ucap Achmad Baidowi.

Diberitakan Fadli Zon enggan meminta maaf atas puisi berjudul 'Doa yang Ditukar' yang mendapatkan protes sejumlah pihak.

Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Ace Hasan Syadzily menerangkan, menjadi hak Fadli Zon, jika memang tak ingin meminta maaf. Namun, hal itu akan membuat kalangan santri merasa keinginannya tak terpenuhi.

Halaman
12
Penulis: Srihandriatmo Malau
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved