Pilpres 2019

Indo Barometer Sebut Program 3 Kartu Baru Jokowi Disukai Masyarakat

Hadi Suprapto Rusli mengatakan dari temuan data survei, masyarakat menyukai program 3 kartu baru Jokowi yang disampaikan saat kampanye.

Indo Barometer Sebut Program 3 Kartu Baru Jokowi Disukai Masyarakat
Wartakota/Alex Suban
JANGAN REMEHKAN TNI - Calon Presiden nomor urut 02 Joko Widodo menyapa warga Palembang saat berkampanye di Palembang Sport and Convention Center (PSCC) di Kota Palembang, Selasa (2/4/2019). Dalam orasinya Jokowi mengatakan bahwa jangan meremehlan kekuatan TNI, karena di Asia Tenggara TNI terkuat dan masuk dalam peringkat 15 angkatan bersenjata terkuat di dunia. (Warta Kota/Alex Suban) 

TRIBUNNEWS.COM, Jakarta - Peneliti Indo Barometer, Hadi Suprapto Rusli mengatakan dari temuan data survei, masyarakat menyukai program 3 kartu baru Jokowi yang disampaikan saat kampanye.

Lembaga survei Indo Barometer telah melaksanakan survei di seluruh Provinsi di Indonesia, yang meliputi 34 Provinsi, pada tanggal 15 – 21 Maret 2019 terkait Pilpres 2019.

Ketiga program tersebut yaitu, Kartu Sembako Murah (KSM), Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP Kuliah) dan Kartu Pra Kerja (KPK). Program-program tersebut disukai masyarakat namun yang kenal atau tahu masih rendah (di bawah 40 persen).

Dari data survei diketahui, terkait program Kartu Sembako Murah, tercatat sebanyak 40,5 persen masyarakat mengetahui atau pernah mendengar program Jokowi – Ma’ruf yang bernama “Kartu Sembako Murah” (KSM).

“Sementara yang tidak mengetahui program tersebut sebesar 59,5 persen. Dari mereka yang tahu atau pernah mendengar, mayoritas masyarakat setuju sebesar 89,9 persen dan yang tidak setuju sebesar 4,9 persen." ujar Hadi, di Jakarta, Selasa, 2 April 2019

Hadi menerangkan, ada dua alasan teratas alasan masyarakat menyukai program sembako murah, yaitu pertama membantu perekonomian rakyat sebesar 60,6 persen, kedua meringankan beban masyarakat sebesar 14,6 persen.

“Adapun dua alasan teratas masyarakat tidak setuju dengan program tersebut sebab masyakat menilai pembagian sembako tidak merata sebesar 45,8 persen dan menganggap programnya tidak bermanfaat sebesar 16,7 persen.” Ulas Hadi.

Baca: Mendagri Tjahjo Kumolo : Masa Kampanye Pemilu Sebulan Sudah Cukup, Tidak Terlalu Panjang

Selanjutnya, Hadi menuturkan, kartu baru Jokowi lainya yaitu Kartu Indonesia Pintar (KIP Kuliah), sebanyak 27 persen masyarakat mengetahui program KIP Kuliah dan 73 persen masyarakat tidak tahu.

Dari masyarakat yang sudah mengetahui program itu mayoritas setuju sebesar 85,5 persen. Sedangkan yang tidak setuju sebesar 6,8 persen.

Ditanya kepada masyarakat kenapa setuju dengan program Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP Kuliah), dua alasan tertinggi adalah sebab program KIP Kuliah dinilai bermanfaat 33,9 persen, dan membantu masyarakat agar dapat melanjutkan ke jenjang sekolah yang lebih tinggi sebesar 24,2 persen.

Halaman
12
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved