Kamis, 21 Mei 2026

Kelakuan Absurd Caleg Gagal Jadi Wakil Rakyat, Ada yang Bawa Kabur Kotak Suara

Satu hal yang niscaya terjadi dalam Pemilu Legislatif 2019 adalah adanya caleg-caleg yang gagal ke parlemen.

Tayang:
Editor: Fajar Anjungroso
KOMPAS.com/YAMIN ABD HASAN
Lantaran tersinggung, warga bersama jamaah masjid di Kelurahan Tomolou, Kota Tidore Kepulauan, Maluku Utara, kompak mengembalikan karpet bantuan caleg DPR RI Ahmah Hatari, Jumat (19/04/2019) 

Ia pun melakukan sistem tambal sulam, meminjam dari sana-sini untuk menutupi utang tersebut.

"Saya saat ini berurusan dengan rentenir dan juga utang dengan saudara dan teman. Ditotal yang belum terbayar Rp420 juta. Minggu ini pun sudah jatuh tempo, tepatnya tanggal 9 Mei 2014," jelasnya.

Chandra, caleg gagal ingin menjual ginjalnya seharga Rp420 juta, senilai dengan total utangnya.

"Saya realistis, harga ginjal sesuai dengan nominal utang senilai Rp 420 juta," katanya.

2. Tarik Buku Tabungan

Kisah-kisah caleg gagal berikut ini merupakan kisah pada Pemilu 2014.

Politik uang, meski dilarang, kerap dipraktikan oleh para caleg karena diyakini ampuh mengeruk suara.

Itulah yang dilakukan oleh salah satu caleg parpol berinisial Y di kota Bogor.

Melalui SB yang merupakan tim suksesnya, Y membagikan ratusan buku tabungan di Kampung Muara, Kelurahan Pasirjaya, Kecamatan Bogor Barat senilai Rp 50 ribu setiap buku.

Namun, hasil perhitungan suara ternyata berkata lain bagi Y.

Dari total DPT yang mencapai 900 suara, Y hanya mampu meraih 10 suara.

Tanpa merasa malu, Y memutuskan untuk menarik kembali setiap buku tabungan yang sudah dibagikannya sebelum Pemilu.

3. Sembunyi di Rumah Ketua Partai

Sementara itu di Banda Aceh, para caleg gagal memilih untuk bersembunyi di rumah ketua partai.

Alasannya, keenam caleg tersebut belum bisa membayar uang saksi yang diminta oleh mereka untuk menjaga TPS.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved