Rabu, 29 April 2026

Pilpres 2019

KPU Catat Ada 224 Kasus Kesalahan Input Data ke Dalam Situng

KPU mencatat sebanyak 224 kasus input data C1 ke Situng. temuan internal KPU sebanyak 159 kasus dan laporan masyarakat 65 kasus.

Tayang:
Penulis: Danang Triatmojo
Editor: Adi Suhendi
Danang Triatmojo/Tribunnews.com
Ilham Saputra 

Laporan wartawan tribunnews.com, Danang Triatmojo

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - KPU RI mengungkap perkembangan data terbaru terkait kesalahan input formulir C1 ke dalam Situng.

Kini jumlah kesalahan tercatat sebanyak 224 kasus.

Jika dirinci, jumlah ini tergabung dalam dua temuan, yaitu temuan internal KPU sebanyak 159 kasus dan laporan masyarakat 65 kasus.

Baca: Dewan Kehormatan Partai Demokrat Nilai Positif Pertemuan AHY dengan Jokowi

"Monitoring KPU berjumlah 159 temuan dan masyarakat 65. Total ada 224 kesalahan entri," kata Komisioner KPU RI Ilham Saputra di kantornya, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (3/5/2019).

Dari jumlah tersebut, 200 kasus diantaranya sudah diperbaiki.

Sementara 24 lainnya masih dalam tahap perbaikan.

Lebih jauh dia menjelaskan, kesalahan entri data C1 bersumber dari beberapa hal.

Baca: Buka Konser di GBK, Ed Sheeran Sampaikan Permintaan Maafnya ke Penonton

Semisal tidak sinkronnya data pemindaian formulir C1 dengan data yang telah diunggah pada Situng.

Perbedaan data itu terletak pada pengurangan ataupun penambahan jumlah suara untuk salah satu pasangan calon presiden dan wakil presiden.

Ilham meminta masyarakat terus mengawasi hasil rekapitulasi suara di Situng KPU.

Baca: Selain di Cileungsi, Baliho Ucapan Selamat untuk Prabowo-Sandi juga Mejeng di Purwakarta

Bila mendapati kesalahan, publik diharapkan melaporkannya langsung ke KPU.

"Masyarakat diminta untuk terus mengawasi. Jika ditemukan kesalahan, harap untuk dilaporkan," ujar Ilham.

Berikut rincian kesalahan entri data Situng KPU per 3 Mei 2019.

1. Kesalahan entri data yang membuat suara paslon 01 berkurang: 19 kasus.

2. Kesalahan entri data yang membuat suara paslon 02 berkurang: 56 kasus.

3. Kesalahan entri data yang membuat suara paslon 01 bertambah: 43 kasus.

4. Kesalahan entri data yang membuat suara paslon 02 bertambah: 28 kasus.

5. Kesalahan entri data yang membuat suara paslon 01 dan 02 berkurang: 10 kasus.

6. Kesalahan entri data yang membuat suara paslon 01 dan 02 bertambah: 12 kasus.

7. Kesalahan entri data yang membuat suara paslon 01 bertambah dan suara paslon 02 berkurang: 38 kasus.

8. Kesalahan entri data yang membuat suara paslon 01 berkurang dan suara 02 bertambah: 18 kasus.


Klaim temukan 73.715

Tim Relawan IT Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga melaporkan bukti kesalahan input Situng Pemilu 2019 kepada Bawaslu RI.

Mereka mengklaim menemukan 73.715 kesalahan input dari 477.021 TPS atau 15,4 persen.

Seluruh temuan itu katanya didapatkan lewat jalur legal dan resmi.

"Hari ini kami Relawan IT Prabowo-Sandi hadir untuk melaporkan adanya dugaan kecurangan yang dilakukan pihak tertentu. Sudah banyak analisa dari ahli itu kami memilih dengan jalur legal," kata Koordinator Relawan IT BPN, Mustofa Nara di Bawaslu RI, Jakarta Pusat, Jumat (3/5/2019).

Baca: Isu Arah Koalisi Demokrat Menghangat Usai Jokowi Bertemu AHY: Begini Respons Sejumlah Politikus

"Jika tidak berhenti kesalahan bisa mencapai 30 persen lebih," imbuh dia.

Mustofa Nara di Bawaslu RI 2
Koordinator Relawan IT BPN, Mustofa Nara di Bawaslu RI, Jakarta Pusat, Jumat (3/5/2019).

Sumber kesalahan input paling tinggi katanya berada di daerah Jawa Tengah dengan 7.066 kasus,

Jawa Timur 5.056 kasus, Sumatera Selatan, Sulawesi Selatan.

Mustofa menjelaskan pihaknya mampu memetakan bentuk dan jenis manipulasi data Situng yang bisa mereka tangkap.

Baca: KPK Tetapkan Wali Kota Dumai Zulkifli Adnan Singkah Sebagai Tersangka Kasus Suap dan Gratifikasi

Banyak ditemukan di lapangan, total suara yang ada pada sebuah TPS tidak sama dengan daftar kehadiran.

Ia mengklaim, total suara sah tidak cocok dengan jumlah suara antara paslon 01 ataupun 02.

"Total suara tidak sama dengan yang hadir. Dengan sistem yang kita miliki ini bisa ketahuan. Suara total tidak cocok dengan suara yang sah dan tidak sah," ujarnya.

Tim Relawan IT BPN ini dalam penyerahan laporannya membawa alat bukti berupa 3.000 lembar print fisik yang mereka ambil dari Situng dari tanggal 19 - 29 April 2019.

Data tersebut berasal dari 5 provinsi terbesar di seluruh Indonesia.

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved