Breaking News:

Pilpres 2019

KPU Hanya Hadirkan Satu Saksi di Sidang Sengketa Pilpres 2019, Pakar: Mereka Terlalu Percaya Diri

Pakar Hukum Tata Negara UGM, Zainal Mochtar beri tanggapan untuk langkah KPU yang hanya hadirkan satu saksi di Sidang Sengketa Pilpres 2019.

Tribunnews/JEPRIMA
Saksi Ahli IT Marsudi Wahyu Kisworo yang dihadirkan oleh tim hukum Komisi Pemilihan Umum (KPU) dalam sidang lanjutan sengketa pilres 2019 di Gedung Mahkamah Konstitusi, Jakarta Pusat, Kamis (20/6/2019). Dalam kesaksiannya Marsudi menjelaskan terkait persoalan perhitungan suara pada Situng KPU. Tribunnews/Jeprima 

TRIBUNNEWS.COM - Sidang keempat sengketa Pilpres 2019 digelar Kamis (20/6/2019) dengan agenda pemeriksaan saksi pihak termohon.

Dalam perkara yang ditangani oleh Mahkamah Konstitusi (MK) ini, yang menjadi pihak termohon adalah Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Adapun saksi yang dihadirkan oleh KPU hanya lah satu orang, yakni ahli IT yakni Profesor Marsudi Wahyu Kisworo, sementara Irwan Chandra hanya memberikan keterangan secara tertulis.

Pembawa acara Breaking News Kompas TV, Timothy Marbun lantas bertanya kepada Pakar Hukum Tata Negara UGM, Zainal Mochtar terkait hal tersebut.

Ia menanyakan soal kemungkinan kerugian yang dialami KPU karena hanya menghadirkan satu saksi dari 16 kesempatan yang diberikan pihak MK.

Baca: Hari Ini Majelis Hakim MK Akan Periksa Saksi, Ahli, Serta Alat Bukti dari Paslon 01 dan Bawaslu

Baca: KPU: Amplop yang Dibawa Saksi Prabowo-Sandi di MK Tak Pernah Dipakai karena Tak Ada Bekas Lem

Baca: Guru Besar UI: Saksi Ahli KPU Penting Untuk Klarifikasi Situng - Menguak Data dan Fakta di Sidang MK

"Hanya menghadirkan satu orang dari 17 kesempatan yang diberikan, 15 saksi dan 2 orang saksi ahli," ucap Timothy Marbun dikutip TribunJakarta.com dari tayangan langsung Kompas TV.

"Apakah Anda rasa rugikah KPU tidak menggunakan kesempatan yang ada?" tambahnya.

Zainal Mochtar kemudian membeberkan dugannya soal keputusan KPU.

Ia menganggap KPU merasa terlalu percaya diri dalam sidang tersebut.

"Saya duga, ini dugaan, KPU merasa terlalu percaya diri," jelas Zainal Mochtar.

Zainal Mochtar menilai KPU hanya merasa persoalan situng menjadi hal terpenting dari sederet gugatan yang diajukan pihak calon presiden dan wakil presiden nomor urut 02 Prabowo-Sandiaga.

Halaman
1234
Editor: Fitriana Andriyani
Sumber: TribunJakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved