Pernah Dijatuhi Bom, Masjid Tertua di Balikpapan Ini Masih Utuh
Pesawat Inggris mengincar basis pertahanan Jepang dan menjatuhkan bom persis di sebelah bangunan Masjid Al Ula. Namun anehnya tidak meledak.
Masjid ini dibangun para saudagar yang berlabuh di Kampung Baru. Mereka berdagang berbagai keperluan masyarakat kala itu disamping syiar Islam di bumi Borneo.
Para pedagang tersebut berasal dari berbagai daerah, seperti Sulawesi, Banjarmasin, Penajam dan tempat -tempat lainnya. Kala itu, Kampung Baru tidak memiliki tempat untuk shalat sehingga para saudagar bersepakat membangun surau.
Kemudian dipilihlah tempat di pinggir pantai untuk mendirikan surau yang kini lebih dikenal dengan nama Masjid Jami' Al Ula.
Renovasi terakhir Masjid Jami' Al Ula dilakukan pada 2014 dengan penambahan empat menara baru yang dibangun di setiap sudut.
Pembuatan plafon, tempat wudhu, menambah ketinggian menara induk setinggi tujuh meter, dan pelapisan untuk dinding masjid dengan granit.
Sayangnya, serangkaian renovasi tersebut, tak ada lagi sejarah yang tertinggal dari bangunan lama, meskipun dokumentasi atau berupa fisik dari bangunan lama berkonstruksi kayu itu.
Bahkan pilar masjid lama yang kini buat sebagai tiang pancang untuk menara induk yang tersisa pada renovasi terakhir sudah tidak ada lagi. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/masjid-jami-al-ula_20150622_122118.jpg)