Ramadan 2019

Mutiara Ramadan: Sikap Tengah

Alquran menekankan perlunya sikap jalan tengah (qawama) di antara dua kutub ekstrem dalam berbagai aspek kehidupan.

Mutiara Ramadan: Sikap Tengah
TRIBUN MEDAN/Riski Cahyadi
Santri Pesantren Ar-Raudhatul Hasanah membaca AlQuran ketika melaksanakan tadarus massal pada Ramadan 1439 H, di Medan, Sumatera Utara, Senin (21/5/2018). Kegiatan yang diikuti sedikitnya 2.500 santri tersebut, merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan pada bulan Ramadan.TRIBUN MEDAN/RISKI CAHYADI 

Dr Mutohharun Jinan MAg
Direktur Pondok Shabran UMS Solo

ALQURAN menekankan perlunya sikap jalan tengah (qawama) di antara dua kutub ekstrem dalam berbagai aspek kehidupan.

Sikap tengahan atau proporsionalitas dalam hal antara suka dan benci, evolusi dan revolusi, banyak dan sedikit, antara tampak dan sembunyi.

Bahkan dalam sikap beragama juga diindikasikan tidak berlebihan.

Di antara sikap tengahan yang disebut eksplisit dalam Alquran adalah dalam hal membelanjakan harta atau berinfak.

Dalam membelanjakan harta diingatkan agar tidak kikir dan tidak boros.

Sebagaimana disebutkan dalam Alquran, "Dan orang-orang yang apabila berinfak, mereka tidak berlebihan, dan tidak (pula) kikir, dan adalah (pembelanjaan itu) di tengah-tengah antara yang demikian." (QS Al-Furqan/25: 67).

Santri Pesantren Ar-Raudhatul Hasanah membaca AlQuran ketika melaksanakan tadarus massal pada Ramadan 1439 H, di Medan, Sumatera Utara, Senin (21/5/2018). Kegiatan yang diikuti sedikitnya 2.500 santri tersebut, merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan pada bulan Ramadan.TRIBUN MEDAN/RISKI CAHYADI
Santri Pesantren Ar-Raudhatul Hasanah membaca AlQuran ketika melaksanakan tadarus massal pada Ramadan 1439 H, di Medan, Sumatera Utara, Senin (21/5/2018). Kegiatan yang diikuti sedikitnya 2.500 santri tersebut, merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan pada bulan Ramadan.TRIBUN MEDAN/RISKI CAHYADI (TRIBUN MEDAN/Riski Cahyadi)

Pemborosan dan kikir memang dua sifat yang sama-sama tidak menguntungkan bagi pribadi seseorang.

Sikap boros (sarf) atau berlebihan dalam pembelanjaan harta menyiratkan adanya kesia-siaan dan berlebihan, melampaui batas dari apa yang seharusnya dilakukan.

Pemborosan merupakan satu bentuk dari ketidakadilan dalam arti tidak menempatkan sesuatu sesuai kebutuhannya.

Halaman
1234
Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved