Breaking News:

Ramadan 2020

Trend Ngaji Online dan Ambyarnya Kharisma Kiai NU, Sudah Saatnya Move On!

Dalam rangka tetap menjalin tali silaturahmi dan intelektual, kiai-kiai kharismatik dan gus-gus kredibel memanfaatkan media sosial.

Istimewa
KH. Imam Jazuli, Lc. MA, alumni Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri; Alumni Universitas Al-Azhar, Mesir, Dept. Theology and Philosophy; Alumni Universiti Kebangsaan Malaysia, Dept. Politic and Strategy; Alumni Universiti Malaya, Dept. International Strategic and Defence Studies; Pengasuh Pondok Pesantren Bina Insan Mulia, Cirebon; Wakil Ketua Pimpinan Pusat Rabithah Ma’ahid Islamiyah (Asosiasi Pondok Pesantren se-Indonesia); Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Periode 2010-2015. 

Trend Ngaji Online dan Ambyarnya Kharisma Kiai NU, Sudah Saatnya Move On!

Oleh: KH. Imam Jazuli, L.c., M.A*

Corona Viruz Disease 2019 (Covid-19) bukan saja menumbangkan ratusan dan ribuan nyawa manusia di dunia. Tetapi, juga segala egosentrisme manusia. Yang tidak kalah parah, hipotesa kultural warga Nahdliyyin pun ikut tumbang. Pengalaman di bulan Ramadhan ini perlu sedikit diurai.

Pertama sekali, ketika pandemi Covid-19 merajalela, banyak pondok pesantren meliburkan kegiatan belajar-mengajar mereka. Para santri diberikan kesempatan pulang ke kampung halaman masing-masing.

Dalam rangka tetap menjalin tali silaturahmi dan intelektual, kiai-kiai kharismatik dan gus-gus kredibel memanfaatkan media sosial. Mereka menyenggarakan pengajian online; membacakan kitab-kitab kuning dan mengkajinya secara livestreaming.

Kedua, kenyataan tidak sebanding dengan harapan. Para kiai dan gus yang tampak kharismatik di pondok pesantren itu seakan kehilangan aura mitis dan tidak lagi gagah di dunia maya. 

Kegagahan kultural selama ini tampak runtuh berkeping, terbukti setelah ada penelusuran jejak digital yang memperlihatkan pengajian online mereka sepi peminat.

Kenyataan ‘pahit’ semacam itu menimbulkan kecurigaan atas ribuan santri yang pulang kampung.

Apakah mereka betul-betul menikmati perpisahan dengan para kiai, ataukah memang inilah realitas sosial santri milenial.

Sekalipun sebagian santri di kampung terhubung dengan para kiai dan gus mereka melalui media online namun jumlahnya tidak seberapa.

Halaman
1234

Punya pertanyaan seputar Islam dan Ramadhan? Anda dapat bertanya dan berkonsultasi langsung ke Konsultasi Islami oleh Ust. Zul Ashfi, S.S.I, Lc

Kirim pertanyaan Anda ke konsultasi@tribunnews.com

Untuk lebih lanjut kunjung Rubrik Konsultasi Islami Tribunnews.com

Editor: Husein Sanusi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved