Breaking News:

Ramadan 2020

Niat Puasa dan Doa Buka Puasa Ramadhan 1441H/2020 dan Waktu yang Tepat Mengucapkan

Bacaan niat puasa dan buka puasa Ramadhan 1441H/2020 ''Nawaitu shauma ghadin 'an adaa'i fardhi syahri ramadhaana

Editor: suut amdani
Grafis Tribunnews.com/Ananda Bayu S
Niat Puasa dan Doa Buka Puasa Ramadhan 1441H/2020 Mudah Dihafalkan, Simak di Sini 

Hal tersebut berdasarkan firman Allah dalam surah Al Baqarah ayat 187.

....وَكُلُوا وَاشْرَبُوا حَتَّىٰ يَتَبَيَّنَ لَكُمُ الْخَيْطُ الْأَبْيَضُ مِنَ الْخَيْطِ الْأَسْوَدِ مِنَ الْفَجْرِ ۖ ثُمَّ أَتِمُّوا الصِّيَامَ إِلَى اللَّيْلِ

Artinya: "....dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai (datang) malam..."

Lebih lengkap dan jelasnya bisa simak di tayangan YouTube Tribunnews.com berjudul 'Kapan Niat Puasa Ramadan Dilakukan? Malam Hari, Siang Hari, dan Bolehkah untuk Satu Bulan?' berikut ini.

Sebagai informasi tambahan, berikut niat dan tata cara salat Tarawih selama bulan ramadhan.

Diwartakan Tribunnews.com sebelumnya, di masa Pandemi Covid-19 ini, Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah mengeluarkan imbauan agar salat tarawih dikerjakan di rumah masing-masing.

Anda bisa mengerjakan secara sendiri-sendiri, bisa juga secara berjamaah bersama keluarga inti. 

Berikut ini niat dan tata cara salat tarawih di rumah sebagaimana dikutip dari tulisan DR. Marabona Munthe:

Niat Salat Tarawih

1. Bacaan niat sebagai imam sholat tarawih Apabila bertindak sebagai imam atau pemimpin shalat tarawih, maka bacaan niatnya adalah sebagai berikut:

اُصَلِّى سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ إِمَامًا ِللهِ تَعَالَى

Ushollii sunnatat-taraawiihi rok’ataini mustaqbilal qiblati imaaman lillaahi ta’alaa

Artinya: “Saya niat salat sunnah tarawih dua rakaat menghadap kiblat sebagai imam karena Allah Ta’ala.”

2. Bacaan niat salat tarawih untuk makmum

اُصَلِّى سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ مَأْمُوْمًا ِللهِ تَعَالَى

Ushalli sunnatat taraawiihi rak’ataini mustaqbilal qiblati ma’muman lillahi ta’aalaa

Artinya: “Aku niat Salat Tarawih dua rakaat menghadap kiblat sebagai makmum karena Allah Ta’ala."

Bacaan niat tersebut bagi yang mengikuti pendapat akan adanya lafazh niat, namun jika tidak maka seseungguhnya niat adalah amalan hati yang dengan sadar dan sengaja dilakukan.

Tata Cara Salat Tarawih

Selama ini memang ada perbedaan pendapat ulama tentang jumlah rakaat sholat tarawih, yaitu 8 rakaat atau 20 rakaat.

Dua pendapat tersebut sama-sama memiliki dalil yang kuat.

Umat muslim yang melaksanakan sholat tarawih berjamaah di rumah dipersilakan untuk mengikuti dua pendapat mengenai jumlah rakaat sholat tarawih di atas, sesuai dengan keyakinannya.

Urutan tata cara sholat tarawih berjamaah adalah sebagai berikut:

  1. Mengucapkan niat sholat tarawih sesuai dengan posisinya sebagai imam atau makmum
  2. Niat di dalam hati
  3. Ketika takbiratul ihram Mengucap takbir
  4. Saat takbiratul ihram Membaca Surat Al-Fatihah
  5. Kemudian membaca salah satu surat dalam Al-Qur'an
  6. Rukuk
  7. I’tidaal
  8. Sujud pertama
  9. Duduk di antara dua sujud
  10. Sujud kedua
  11. Duduk istirahat atau duduk sejenak sebelum bangkit untuk mengerjakan rakaat kedua
  12. Bangkit dari duduk,lalu mengerjakan rakaat kedua dengan gerakan yang sama dengan rakaat pertama
  13. Salam pada rakaat kedua (Jika mengikut kepada yang dua rakaat-dua rakaat), lanjut sampat rakaat keempat baru salam(Jika mengikut kepada pendapat yang empat rakaat-empat rakaat.

Setelah melaksanakan shalat tarawih baik 8 rakaat maupun 20 rakaat maka dibolehkan lanjut melaksanakan shalat witir sedikitnya 1 rakaat dan lazim dilakukan oleh kebanyakan kaum muslimin sebanyak 3 rakaat, sebagaimana dalam hadis Abu Dawud, Hadits Abu Ayyûb al-Anshâri yang artinya:

"Rasulullah Shallallahu alaihi wa salllam bersabda: “Shalat Witir wajib bagi setiap muslim. Barang siapa yang ingin berwitir dengan lima rakaat, maka kerjakanlah; yang ingin berwitir tiga rakaat, maka kerjkanlah; dan yang ingin berwitir satu rakaat,  maka kerjakanlah!” [HR Abu Dawud, an-Nasâ`i dan Ibnu Mâjah, dan dishahîhkan Syaikh al-Albâni dalam Shahîh Sunan Abu Dâwud, no. 1421].

(Tribunnews.com/Fajar/Daryono)

Sumber: TribunSolo.com

Punya pertanyaan seputar zakat , infaq dan sedekah ? Anda dapat bertanya dan berkonsultasi langsung ke Konsultasi Zakat yang langsung dijawab Baznas (Badan Amil Zakat Nasional)

Kirim pertanyaan Anda ke konsultasi@tribunnews.com

Untuk lebih lanjut kunjung Rubrik Konsultasi Islami Tribunnews.com

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved